Pemberantasan Sarang Nyamuk di lingkungan RT

Demam Berdarah Dengue atau yang sering disebut DBD merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dengan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti saat menghisap darah manusia.Penyakit DBD sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.

Kita semua dapat tertular DBD. Mulai dari anak-anak hingga lanjut usia,DBD dapat menyerang dirumah,sekolah,tempat bekerja maupun tempat-tempat umum.

Nyamuk Aedes Aegypti aktif mengigit manusia pada waktu pagi sampai siang hari pukul 08.00 – 12.00 dan sore hari pukul 15.00 – 17.00.

Untuk mencegah DBD merebak ibu-ibu Dasa Wisma RT 001 RW 001 bersama warga,Pemerintah Desa,Puskesmas Kedungbanteng,Bhabinkamtibmas,Babinsa dan Pengurus PKK desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk/ PSN di wilayah tersebut Sabtu,14 Maret 2020.

Kegiatan yang dilakukan memeriksa setiap genangan air yang berada di bak mandi,ember,kulkas,dispenser terutama yang berada didalam rumah, sedangkan yang di luar rumah membersihkan air yang berada di kaleng bekas, ban sepeda bekas maupun tempat yang dimungkinkan ada jentik-jentiknya karena terisi air yang kotor dan mengubur barang bekas yang ada disekitar rumah yang dapat menampung air hujan.

Meilani Dwi Pangesty salah satu pengawai Puskesmas Kedungbanteng menyampaikan,” Bagaimana cara pencegahan agar tidak tertular DBD, kita harus melakukan tindakan 3M yaitu menguras penampungan air seperti bak mandi/WC,tempayan,vas bunga dan lainya ,menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember,gentong dan drum, mengubur barang-barang bekas yang ada disekitar rumah yang dapat menampung air tindakan yang dilakukan secara teratur untuk memberantas jentik nyamuk dan merupakan upaya pencegahan agar kita tidak tertular DBD, “ ujarnya.

Nurfia Rahman Bidan Desa Karangnangka menjelaskan,” Tanda atau gejala DBD yaitu demam tinggi mendadak 39-40 derajat selsius terus menerus selama 2-7 hari, terdapat bintik merah di kulit yang tiak hilang walau ditekan,ditarik atau direngangkan,terjadi pendarahan pada gusi,hidung/mimisan,terjadi gejala syok seperti nyeri ulu hati,pucat,gelisah,ujung kaki dan tangan dingin”  jelasnya.

(Dibaca total 9 kali, dibaca 1 kali hari ini)