Penulis: admindesa

AGROBISNIS DI PEDESAAN

Petani Melakukan Panen Padi Swasembada beras beberapa silam patut disyukuri, tetapi kenyataannya masyarakat miskin justru paling banyak di daerah pertanian pedesaan menjadikan kita prihatin. Perolehan sumber penghasilan utama masyarakat petani miskin tetap dari sektor pertanian. Oleh karena itu pertanian mau tidak mau tetap menjadi andalan dalam upaya mendapatkan kemakmuran. Oleh sebab itu bagaimanapun kebijakan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di dalam pengentasan kemiskinan terpusat pada usaha peningkatan produksi pertanian. Hal ini sesuai kenyataan bahwa sebagian besar penduduk miskin kita hidupnya pada sektor pertanian.kenaikan pendapatan pada akhirnya akan mengangkat kesejahteraannya. Agrobisnis di artikan sebagai sistem dari kegiatan pra panen, panen dan paska panen serta pemasaran.Ada pula yang menyebut sebagai kegiatan bisnis berbasis pertanian. Ini tidak bisa dipisahkan satu sama lain saling menyatu dan terkait. Terputusnya salah satu akan melumpuhkan sistem tersebut. Ciri khas dari agrobisnis untuk menikmatinya membutuhkan waktu kurang lebih tiga bulan kalau palawija, tak ada jaminan pemasaran dan harga jual, resiko iklim dan serangan hama serta penyakit, makin banyak usaha ekonomi dari petani tetapi luas lahan makin kecil sehingga tidak memungkinkan dikelola dengan keuntungan ekonomi yang sesuai.Selama proses produksi dan penanganan paska panen banyak kendala yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas hasil. Akibat dari semua itu , usaha pertanian dalam pandangan program kredit usaha kecil masuk kategori komoditi berisiko tinggi. Aspek utama bidang garapan agrobisnis pra panen bagaimana menyiapkan dan melaksanakan sarana/prasarana produksi seperti SDM,teknologi, modal, sumber daya alam,...

Read More

WISUDA SANTRI TPQ” RAUDLATUL JANNAH” DESA KARANGNANGKA

Ikrar Santri TPQ Raudlatul Jannah KARANGNANGKA– Pengajian peringatan Isra`Mi`raj dan Akhirrusanah Santriwan santriwati TPQ dan Madrasah Diniyah Raudlatul Jannah Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Banyumas yang digelar di halaman Masjid Baiturrohman Karangnangka Kamis malam Jum`at 28 Juni 2012 di banjiri banyak pengunjung. Jalan dan halaman masjid di banjiri para jamaah yang berdatangan dari desa Karangnangka sendiri dan sekitar Karangnangka. Acara yang di mulai pukul delapan malam tersebut mendapat respon yang positif dari warga masyarakat Karangnangka. Hadir dalam acara pengajian disamping masyarakat juga Kepala Desa Karangnangka, Pengurus Jamiyah NU Ranting Karangnangka, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta alim ulama para Ustad dan Ustadzah TPQ, Madrasah Diniyah,wali murid santriwan santriwati TPQ, Madrasah Diniyah Raudlatul Jannah., Para jamaah mengikuti acara tersebut hingga sekitar pukul dua belas malam. Menurut Ketua Panitia Lubab Habiburrohman,SH “pengajian ini dimaksudkan untuk menjalin silatrrahmi sesama muslim yang ada di desa Karangnangka khususnya dan desa disekitar Karangnangka. Dengan acara ini diharapkan dapat meningkatkan kerukunan dan ketaqwaan, dan bagi para santriwan dan santriwati dengan acara ini dapat menimbulkan semangat belajar tentang keilmuan Islam. Selain itu para wisudawan bisa menjadi generasi qur`ani yang mampu membaca dan memahami Al qur`an serta menjadi anak solih dan solihah yang rajin mengaji, berbakti pada orang tua. Dan tidak lupa pula memberikan apresiasi dan semangat pada wisudawan yang telah menempuh pendidikan dengan tekun dan sabar, dengan rela meluangkan waktu bermain untuk mengikuti pendidikan di TPQ dan Madrasah...

Read More

Karangnangka Optimalkan Pelayanan Melalui Penggunaan Mitra Desa 1.0

Tampilan Mitra Desa 1.0 untuk tata kelola pemerintahan desa Karangnangka — Desa Karang, Kecamatan Kedung Banteng, Banyumas menjadi salah satu desa yang telah mempergunakan sistem Mitra Desa 1.0 untuk tata kelola pemerintahan desa.  Sistem yang dikembangkan oleh Gerakan Desa Membangun (GDM) dan Infest Yogyakarta ini berfungsi sebagai sistem yang memuat dan mempermudah pengelolaan data kependudukan di wilayah perdesaan. Seperti Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng dan Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Desa Karangnangka menjadi yang mengujicoba sistem ini. Mitra Desa 1.0 disusun secara partisipatif dengan melibatkan pihak desa. Melalui beberapa lokakarya GDM dan satu lokakarya penyusunan alur sistem, Mitra Desa 1.0 akhirnya dapat dipergunakan oleh pihak desa. Sistem yang bersifat berkode sumber terbuka dan bebas (free and Open Source) secara perlahan akan digunakan oleh desa-desa lain. Menurut Kodirin, salah satu pegiat Desa Membangun sekaligus perangkat Desa Karangnangka, sistem ini adalah salah satu karya GDM yang dipersembahkan untuk mendorong perubahan yang bersumber dari akar rumput. Sistem yang pada versi 1.0 ini akan terfokus pada administrasi kependudukan ini akan terus berkembang sesuai dengan skala prioritas kebutuhan desa. “sistem ini akan terus berkembang. Jadi desa juga harus menemukan kebutuhannya sendiri,” tegas Kodirin di sela lokakarya pengenalan Mitra 1.0 di Desa Pancasan Kecamatan Ajibarang Banyumas (19/06/2012). Mempertegas Kodirin, koordinator GDM Banyumas, Budi Satrio menegaskan bahwa sistem tersebut harus diiringi dengan iktikad perubahan dan kemampuan yang mumpuni dari perangkat desa. Mitra Desa adalah alat yang dapat digunakan...

Read More

Musim Kemarau Berkah Bagi Pembuat Bata Merah

Pembuat Bata Merah Sedang Menjemur Bata Mentah KARANGNANGKA– Banyak orang mengeluhkan musim kemarau terutama para petani yang mengandalkan air, karena debit air sungai mulai mengecil sehingga para petani mulai berebut air untuk mengaliri lahan sawahnya. Tetapi musim kemarau tidak semua mengeluhkan terutama para pengrajin Bata Merah di Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas, dengan musim kemarau mereka diuntungkan dengan teriknya matahari. Pada musin kemarau saat ini produksinya meningkat dan kualitasnya bagus. Disamping memenuhi konsumen, nantinya sisanya untuk persedian ketika musim hujan. Salim 25 tahun pembuat bata merah mengatakan “ Musim kemarau menguntungkan bagi dirinya, pembuatan bata merah bisa berjalan lancar, karena tidak terganggu hujan. Waktu pembuatan dari pencetakan sampai pembakaran jadi cepat. Kami sangat tergantung panas matahari untuk pengeringan, semakin panas waktu siang semakin cepat waktu pengeringannya atau pembakaran. Produksi bata merah saat ini bisa maksimal dibanding pada musim hujan. Pada musim kemarau mampu mencetak 500 biji setiap hari, tetapi pada musim hujan hanya 200 – 250 biji per hari. Kalau musim kemarau prosesnya tidak terlalu lama hanya sekitar tiga minggu akan tetapi kalau musim hujan untuk memenuhi kebutuhan 20.000 biji bata merah membutuhkan waktu sekitar satu bulan,” jelasnya Musim kemarau membuat kualitas bata merah semakin bagus dan meningkatkan produksi. Bahan mentah yang cepat kering mempercepat proses pembakaran serta tidak membutuhkan sekam yang banyak untuk bahan bakar. Bata merah hasilnya bagus dan tidak mudah hancur atau pecah. Dengan meningkatnya...

Read More

Pelepasan Siswa-Siswi TK Pertiwi Karangnangka

KARANGNANGKA- Kamis, 21 Juni 2012 bertempat di Pendopo Wirayuda Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng, begitu ramai anak-anak usia dini yang menggunakan pakaian beragam ada yang berkebaya, pakaian ala petani, pendekar dan masih banyak lainnya. Sebanyak 40 anak usia dini sedang mempersiapkan pentas dalam rangka pelepasan siswa-siswi  TK Pertiwi desa Karangnangka Tahun Ajaran 2011-2012 . Pelepesan TK tersebut  di hadiri Dinas Pendidikan Kecamatan Kedungbanteng, Ketua Yayasan TK Pertiwi, Komite TK dan para wali murid serta undangan lainnya. Dalam sambutannya Ketua Yayasan Sasmito mengatakan ” Bahwa saat ini dunia pendidikan di desa Karangnangka begitu di perhatikan, ini dibuktikan dengan  sedang dibangunya gedung TK Pertiwi yang baru agar dalam belajar siswa siswi merasa aman dan nyaman” katanya ” Yang lebih membangakan lagi bahwa SD Negeri Karangnangka juga  di tunjuk untuk menjadi SD RSBI, di Kabupaten Banyumas hanya ada dua SD yang dipersiapkan menjadi SD RSBI yaitu SD Negeri Karangnangka serta SD Al Irsyad Purwokerto”Imbuhnya Sementara itu salah satu guru TK Pertiwi Faereni menyampaikan” untuk tahun ajaran 2011-2012 murid TK pertiwi sebanyak 40 anak, akan tetapi yang nantinya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau masuk SD hanya 30 anak. Ini dikarenakan yang 10 siswa belum memenuhi syarat untuk masuk ke SD menginggat usianya belum genap enam tahun” ujarnya TK Pertiwi Desa Karangnangka yang di kelola oleh komite yang terdiri dari masyarakat dan ibu-ibu dari istri para perangkat desa telah banyak meluluskan siswa-siswinya yang...

Read More

TEMUKAN KAMI :

TWITTER DESA