Peserta sekolah lapang menyemai benih dengan media nampan

Program Pengembangan Partisipatif Terpadu dan Pengelolaan Program Irigasi  atau

Program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) yang diluncurkan Kementerian Pertanian dan kementerian terkait lainnya di Kabupaten Banyumas diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi padi. Dalam program ini ada sekolah lapangan untuk membina petani di daerah irigasi.

“Pada Program IPDMIP ini harus ada tiga unsur yang menjadi perhatian, yaitu adanya benih, ketersediaan air, dan sumber daya. Maka dari itu dalam program ini ada sekolah lapang (SL) ini untuk membina para petani dalam budi daya pertanian, khususnya di daerah irigasi

Dalam upaya mensukseskan Program pengembangan dan manajemen irigasi partisipatif terpadu,kelompok tani Mardi Luhur Desa Karangnangka Kecamatan Keungbanteng Banyumas,melakukan sekolah lapang pertanian pada Jum’at 6/9/2019 di rumah bapak Wirya Atmaja salah satu anggota kelompok tani.Pelatihan ini  ikuti oleh dua puluh orang petani laki-laki dan perempuan sebagai nara sumber PPL Kecamatan.

Sebelum para peserta sekolah lapang di ajari bagaimana cara membuat demplot dan menyiapkan benih,PPL memberikan materi dalam ruangan sebagai bahan pemahaman agar peserta sekolah lapang atau para petani memahami masalah peluang yaitu metode pemupukan dan cara perlakuan ketika sudah tanam.

Selain itu tujuan sekolah lapang pertanian ini adalah untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian juga tata cara untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) seperti Penggerek Batang (Sundep, Beluk), Wereng Batang Coklat (WBC), Kresek, Jamur, dan lain-lain.

“Dalam sekolah lapang pertanian ini petani di ajak untuk memilih benih unggul, pengolahan tanah dengan pemberian pupuk organik secara maksimal, pemupukan kimia yang berimbang, antisipasi OPT sejak dini.

Peserta sekolah lapang pertanian diajak turun langsung ke sawah untuk mengadakan pengamatan, menganalisa, menyimpulkan pertumbuhan padi dan OPT yang berada di lapang/sawah. Dengan begitu petani bisa segera mengambil tindakan selanjutkanya agar tanaman padi bisa tumbuh maksimal dan pengendalian OPT yang menyeran apa bila nantinya mengalami hal tersebut.

Pertanian selaras alam merupakan gerakan yang mengupayakan petani dapat melakukan budidaya tanaman yang selaras dengan alam. Pertanian Selaras Alam adalah sistem pertanian yang berbasis pada pemeliharaan ekosistem yang berkelanjutan, menguntungkan secara ekonomi dan kesehatan dengan memperhatikan kedaulatan petani yang dilakukan dengan memanfaatkan kearifan lokal secara optimal dan sedapat mungkin menghindari bahan-bahan kimia

merupakan solusi untuk menjauhkan kelompok petani dari ambang kehancuran akibat gempuran pupuk dan racun kimia yang sebenarnya melemahkan petani serta mengancam keselamatan lingkungan dan manusia. Selain itu, model pertanian ini juga akan mampu mengembalikan kemandirian dan kreatinvitas petani dalam mengelola lahan pertaniannya. Dalam model pertanian ini, petani diajak untuk menganalisis ruang lingkup dan ekosistem lahan pertaniannya sehingga peningkatan hasil produktivitas pertanian dapat terwujud tanpa harus bergantung pada asupan dari luar semisal pupuk dan racun kimia.

 

 

(Dibaca total 17 kali, dibaca 1 kali hari ini)