Pembangunan jalan usaha tani di kawasan pertanian Panongan

KARANGNANGKA- Dengan dikucurkannya dana desa kepada semua desa di wilayah Kabupaten Banyumas, Guna meningkatkan sektor pertanian dan memberikan dampak besar bagi percepatan pembangunan di desa. Seperti yang terjadi di desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng banyumas, , dimana dana tersebut digunakan atau dimanfaatkan pemerintah desa, guna meningkatkan pembangunan desa, khususnya pemenuhan sarana pertanian dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Kepala Desa Karangnangka, Jafar Aerudin menyampaikan,” pembangunan jalan produksi atau jalan usaha tani, serta perawatan jalan desa menjadi prioritas tiap tahunnya. Seperti peningkatan atau pembangunan jalan usaha tani dan jalan produksi sangat berdampak bagi petani terutama dalam memudahkan petani beraktivitas. Tak hanya memudahkan akses menuju lokasi pertanian, hal itu juga berdampak pada perkembangan pertanian di wilayahnya.

“Program seperti ini sangat berperan penting. Karena, jika pertanian berkembang, peningkatan di sektor ekonomi masyarakat juga pasti berkembang,” ungkapnya

Seperti diketahui, desa Karangnangka merupakan wilayah yang cukup potensial dengan sektor pertaniannya. Terutama sektor pertanian padi. Bahkan,  komoditi tersebut telah menjadi tanaman unggulan.

Lebih lanjut ia menyampaikan, pengembangan luasan pertanian di kampungnya beberapa tahun lalu terbilang cukup lamban. Sebab, minimnya akses atau fasilitas dasar terutama jalan, membuat pertanian di desannya tidak maksimal. Hal itu dikarenakan petani mengalami kesulitan membuka atau menambah lahan.

“Kalau hujan, syukur-syukur masih bisa dilalui sepeda motor. Disamping itu, banyak juga lahan yang sengaja dibiarkan karena sulitnya akses menuju ke lokasi. Tapi sekarang, petani tidak lagi kesulitan, lantaran kita sudah membangun atau meningkatkan akses jalan guna mendukung petani. Dan setiap tahun, ini akan kita programkan sampai kebutuhan petani dapat terpenuhi,” imbuhnya

Disamping akses jalan, salah satu hal yang mendasar dan selalu menjadi persoalan petani adalah belum maksimalnya pemasaran hasil pertanian, seperti padi maupun yang lainya. Kalaupun ada, harganya jauh lebih rendah dari yang diharapkan.

“Ini masalah klasik sebenarnya, dan sampai saat ini saya kira masih belum ada solusi yang benar-benar membuat petani merasa puas,”tandasnya

Pembangunan jalan usaha tani ini menggunakan dana desa sebesar Rp. 111.000,000,- dengan lebar jalan 2,5 meter dan panjang 130 meter yang menuju kawasan pertanian Panongan yang berada di blok 15.

Kaur Perencanaan,Krisna Mahardika menjelaskan,” Jalan usaha tani tersebut sangat di butuhkan guna memperlancar aktivitas masyarakat dalam bertani.Hal itu dilakukan untuk memberikan fasilitas mobilisasi kepada masyarakat agar mudah dilalui,sebab jalan yang biasa digunakan masyarakat cenderung menyulitkan karena belum memiliki akses yang memadai,”jelasnya

(Dibaca total 54 kali, dibaca 2 kali hari ini)