Kondisi makam mbah salem sebagai cikal bakal desa karangnangka

KARANGNANGKA- Hampi Setiap  desa khususnya yang ada di Kabupaten Banyumas  mempunyai cerita maupun sejarah yang kaitanya dengan Budaya maupun Cagar Budaya yang ada.

Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas juga mempunyai cagar budaya  yaitu petilasan makam mbah salem. Makam tersebut  menurut para orang tua merupakan makam orang pertama yang sekaligus menjadikan desa Karangnangka ada sampai saat ini.

Keberadaan makam Mbah salem sendiri berada di atas tanah kas desa(suksara) dengan luas area 5.600 M2, yang berada di atas bukit berbatasan dengan Sungai Banjaran.

Untuk sementara ini sebagai juru kunci makam Mbah Salem dipercayakan kepada seorang warga setempat bernama Karto Sumbodo.

Dia menjelaskan cagar budaya makam Mbah Salem  berpotensi di jadikan desa wisata mengingat Desa karangnangka juga mempunyai dua lokasi yang ada situsnya yaitu kawasan Umbel Srotong yang di atasnya juga tumbuh pohon darah serta batur ronggeng  berada di tepi sungai jengok berbatasan dengan desa Keniten”jelasnya

Semua hal tersebut dapat dijadikan sebagai sarana peningkatan pendapatan  asli desa, apalagi pemerintah pusat mendorong setiapa desa untuk mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Petilasan makam Mbah Salem kalau mau di konsep menjadi tujuan wisata religi  sangat mendukung karena berada di kawasan yang sejuk dengan aliran iar sungai Banjaran yang masih jernih dekat juga dengan  pintu irigasi peninggalan Belanda yang sudah berusia ratusan tahun akan tetapi masih berdiri kokoh,”imbuhnya

Makam mbah Salem yang sekarang merupakan awal peradaban adanya  Desa Karangnangka pada jaman itu sebelum berkembang seperti sekarang,sedangkan mbah Salem sendiri merupakan seorang abdi dari Mataram yang mengikuti perjalanan Raden Wijaya menuju ke Papajaran,akan tetapi karena sudah di janji dalam mendampingi perjalanan Raden Wijaya tidak boleh melewati Puser Bumi ( gunung slamet) sebagai batas antara timur dan barat maka mbah Salem berhenti di tepi sebuah sungai yang sekarang bernama Sungai Banjaran sampai meninggalnya.

Kesan seram dan angker dapat luntur dengan menjadikan petilasan Mbah Salem sebagai wisata religi tentunya dengan konsep yang baik sehingga memancing para pengunjung untuk datang.

Dari sisi Sumber daya alam desa Karangnangka sudah mendukung sebagai desa wisata,sehingga perlu konsep yang baik tidak hanya sekedar latah menjadi desa wisata tanpa ada yang di suguhkan kepada para pengunjung atau dapat di petik pelajaran sebagai desa wisata.

(Dibaca total 59 kali, dibaca 1 kali hari ini)