Kondisi tanaman padi yang diserang hama tikus

Kondisi tanaman padi yang diserang hama tikus

KARANGNANGKA.- Para petani di desa Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas yang lahan pertaniannya berada di selatan desa  resah dan pusing kepala. Mereka tidak bisa berbuat banyak mengatasi hama tikus yang memakan padi siap panen maupun yang baru merocot.

Serangan hama tikus di desa Karangnangka yang melanda semua kawasan persawahan di selatan desa kini membuat petani pasrah menerima keadaan.

Ganasnya hama tikus yang sudah terjadi sejak Januari hingga April 2017 ini betul-betul membuat para petani menjerit, petani ke sawah hanya melihat kisah sedih saja karena sawahnya dilalap tikus karena sore di tenggok paginya sudah porak poranda, tikus diibaratkan oleh petani seperti manusia kelelawar siang tidur malam merayap.

Hampir setiap malam tikus-tikus yang ada di dalam lubang keluar dan memakan bulir dan daun padi,semalam jika 1 petak sawah saja setengahnya dimakan hingga habis.

Salah satu petani Sutrisno (45) mengatakan ,” luar biasa ganasnya serangan tikus kali ini,karena yang di makan bukan hanya padi yang siap panen akan tetapi tanaman padi yang baru satu minggu ditanami saja di makan sehingga mengakibatkan kematian pada tanaman padi tersebut.

Tidak hanya tanaman padi yang di serang oleh hama tikus akan tetapi hamper semua jenis umbi-umbian yang di tanam disawah di makan juga seperti ketela,keladi bahkan keladi pohon kajarpun dimakan,” jelasnya.

Tasmudi (65) menyampaikan,” pak  pak mboten nangis batin pripun patun tembe ditanem seminggu terus awane kulo pupuk enjing-enjinge sampun sami rumpes,jane nggih batine njerit ora terima tapi pripun malih wong sing due sawah dewkan tikuse atusa ya kalah bae bisane nggih pasrah kalih sing damel urip,(Pak  pak tidak menangis batin bagaimana padi baru ditanam satu minggu dan dipupuk siangnya pagi-paginya sudah porak-poranda semua, sebenarnya batinnya menjerit tidak terima tapi bagaimana lagi sebab yang punya sawah sendirian tapi tikusnya ratusan ya tetap kalah bisanya hanya pasrah pada yang membuat hidup),” ujarnya

Kini para pejuang ketahanan pangan hanya prasrah menunggu entah sampai kapan tikus-tikus itu pergi dari sumber kehidupan mereka.

(Dibaca total 124 kali, dibaca 1 kali hari ini)