Salah satu conyoh pemberdayaan pada Kelompok Wanita Tani

Salah satu conyoh pemberdayaan pada Kelompok Wanita Tani

KARANGNANGKA– Ada beberapa prinsip dasar untuk mewujudkan masyarakat berdaya atau mandiri :

a. Penyadaran

Untuk dapat maju atau melakukan sesuatu orang harus dibangunkan dari tidurnya, demikian juga masyarakat juga harus dibangunkan dari tidur keterbelakangannya dari kehidupan sehari-hari yang tidak memikirkan masa depannya.Orang yang pikirannya tertidur merasa tidak mempunyai masalah karena merasa tidak memiliki aspirasi dan tujuan-tujuan yang harus diperjuangkan.

Penyadaran berarti bahwa masyarakat secara keseluruhan menjadi sadar bahwa mereka mempunyai tujuan-tujuan dan masalah-masalah, masyarakat yang sadar juga mulai menemukan peluang-peluang dan memanfaatkannya,menemukan sumberdaya yang ada di tempat itu yang barangkali sampai saat ini tidak pernah dipikirkan orang.

Masyarakat yang sadar menjadi semakin tajam dalam mengetahui apa yang sedang terjadi baik didalam maupun diluar masyarakatnya.Masyarakat menjadi mampu merumuskan kebutuhan-kebutuhannya dan aspirasinya.

b. Pelatihan

Pendidikan disini tidak hanya belajar membaca dan menulis serta berhitung tetapi juga meningkatkan ketrampilan-ketrampilan bercocok tanam,bertani, industri rumahan maupun lainnya. Juga belajar dari sumber-sumber yang dapat diperoleh untuk mengetahui bagaimana sebuah proses harus dijalankan. Belajar tidak hanya dilakukan melalui sekolah tapi juga melalui pertemuan-pertemuan informal dan diskusi-diskusi kelompok tempat mereka membicarakan masalah mereka.

Melalui pendidikan kesadaran masyarakat akan terus berkembang,perlu ditekankan bahwa setiap orang dalam masyarakat harus mendapat pendidikan termasuk orang tua dan kaum wanita. Ide besar yang terkandung dibalik pendidikan kaum miskin adalah bahwa pengetahuan menganggarkan kekuatan.

c.Pengorganisasian

Agar menjadi kuat dan dapat menentukan nasibnya sendiri suatu masyarakat tidak cukup hanya disadarkan dan dilatih ketrampilan tapi juga harus diorganisir.

Organisasi berarti bahwa segala hal dikerjakan dengan cara teratur, ada pembagian tugas di antara individu-individu yang akan bertanggungjawab terhadap pelaksanaan tugas masing-masing dan ada kepemimpinan yang tidak hanya terdiri dari beberapa gelintir orang tetapi kepemimpinan dari berbagai tingkatan.

Masyarakat tidak mungkin diorganisir tanpa pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan secara rutin untuk mengambil keputusan-keputusan dan melihat apakah keputusan tersebut dilaksanakan.

Tugas harus dibagikan pada berbagai kelompok termasuk kaum muda,kaum wanita dan orang tua.

d. Pengembangan kekuatan

Kekuasaan berarti kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, bila dalam suatu masyarakat tidak ada penyadaran, latihan atau organisasi, orang-orangnya merasa tak berdaya dan tak berkekuatan. Mereka berkata kami tidak bias kami tidak mempunyai kekuatan.

Pada saat masyarakat merasa  memiliki potensi atau kekuatan, mereka tidak akan mengatakan lagi “ kami tidak bisa “, tetapi mereka akan berkata “ kami mampu” masyarakat menjadi percaya diri. Nasib mereka berada di tangan mereka sendiri.

Pada kondisi seperti ini bantuan yang bersifat fisik, uang, teknologi dan sebagainya hanya sebagai sarana perubhan sikap.

Bila masyarakat mempunyai kekuatan, setengah perjuangan untuk pembangunan sudah dimenangkan.tetapi perlu ditekankan kekuatan itu benar-benar dari masyarakat bukan dari satu atau dua orang pemimpin saja, kekuatan masyarakat harus mengontrol kekuasaan para pemimpin.

e. Dinamika

Dinamika orang miskin berarti bahwa masyarakat itu sendiri yang memutuskan dan melaksnakan program-programnya sesuai dengan rencana yang sudah digariskan dan di putuskan sendiri. Dalam konteks ini keputusan-keputusan sedapat mungkin harus diambil di dalam masyarakat sendiri bukan diluar masyarakat tersebut.

Lebih jauh lagi keputusan harus diambil dari dalam masyarakat sendiri,semakin berkurangnya control dari masyarakat terhadap keputusan-keputusan itu semakin besarlah bahaya bahwa orang-orang tidak mengetahui keputusan-keputusan tersebut atau bahkan keputusan-keputusan itu keliru.Hal prinsip bahwa keputusan harus diambil sedekat mungkin dengan tempat pelaksanaan atau sasaran.

(Dibaca total 603 kali, dibaca 4 kali hari ini)