Kincir air dari barang bekas karya Suryananto

Kincir air dari barang bekas karya Suryananto

KARANGNANGKA- Bagi sebagian besar masyarakat desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Banyumas begitu merasa beruntung akan sumberdaya yang ada terutama air yang mengalir di sungai sepanjang tahun walaupun dalam kondisi musim kemarau sungai tidak akan kering.

Sehingga mayoritas para penduduknya banyak yang bercocok tanam padi dengan masa pengarapan tiga kali dalam satu tahun selain itu juga untuk perikanan  terutama budidaya ikan gurameh karena desa Karangnangka merupakan desa Minapolitan.

Namun ada sebagian warga masyarakat yang rumahnya dekat dengan aliran sungai akan tetapi ketika membuat kolam tidak dapat teraliri dikarenakan kondisi sungai berada di daerah yang lebih rendah dibanding keberada kolamnya.

Hal inilah yang mendorong Suryananto (42) salah satu warga RT 001 RW 001 Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Banyumas membuat kincir air untuk mengairi kolamnya karena tidak dapat mengambil air dari saluran di atasnya yang jauh sedangkan dibelakang rumahnya mengalir sungai gunung yang hanya berjarak 5 meter,sehingga Suryananto bertekad membuat kincir air dengan bahan bekas yaitu kaleng bekas susu,tali karet bekas ban dalam, bambu, plastik untuk penampung,kawat dan felek bekas sepeda sebagai asnya atau poros untuk mengairi kolam yang berada di belakang rumahnya.

Warga masyarakat mengenal kincir air sebagai suatu alat untuk kepentingan pengairan atau irigasi, yaitu untuk mengalirkan air dari sungai ke persawahan dan kolam Kincir air seperti ini banyak kita jumpai diwilayah pedesaan dan sampai saat ini pun masih ada. Kincir air yang banyak terdapat dipedesaan adalah yang terbuat dari kayu, hal ini dikarenakan kayu memiliki beberapa kelebihan diantaranya biayanya bisa lebih murah, pembuatannya lebih sederhana dan lebih ramah terhadap lingkungan dibandingkan dengan kincir modern

(Dibaca total 520 kali, dibaca 1 kali hari ini)