lahan pertanian sebagai sumberdaya alam merupakan ciri khas desa.

lahan pertanian sebagai sumberdaya alam merupakan ciri khas desa.

KARANGNANGKA- Bercerita tentang desa yang tergambar di benak adalah kisah sosok yang lugu namun jadi dambaan dan harapan. Profil masyarakatnya       simpatik dan suka gotong royong sebagai simbol kekuatan yang tidak pernah lapuk oleh perkembangan jaman sampai saat ini. Alam dan lingkungannya yang hijau, nyaman dan sejuk dengan aliran sungainya masih begitu jernih.

Semua sepakat bahwa desa justru menghidupi seluruh rakyat, mencukupi kebutuhan hajat hidup orang banyak. Di situlah sumber produk pertanian hasil bumi dan segala potensi yang bisa dijadikan sumber kehidupan bagi masyarakatnya.

Dapatkah desa mempertahankan eksistensi dan indentitasnya yang begitu klasik dan agung.

Derap roda pembangunan yang melaju dengan pesat,mengerahkan sebagian besar partisipasi dan keikutsertaan desa untuk kemakmuran bersama tanpa meninggalkan ciri desa. Akan tetapi desa pasrah mengalami perombakan kondisi dan structural, ia menerima perubahan sosial dan kultur dengan pasrah. Sudah menjadi bagian mereka pula jika dinamika pembangunan yang menggusur desa melahirkan berbagai dampak sosial dan ekonomi bahkan budaya.

Pada kurun waktu yang lampau banyak yang mengindentikan desa dengan kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalam masyarakatnya, soalnya desa dengan lingkunganya tetap mempertahankan sosoknya yang klasik.Penduduknya hidup bersahaja seadanya, rumah-rumah yang dibangun tanpa campur tangan arsitek dan pemborong. Hanya kombinasi bambu, kayu, bilik dan atap ijuk asal bisa berlindung dari panasnya siang dan dinginya malam.

Perubahan pola perencanaan wilayah yang cepat dinamis seiring dengan kemajuan teknologi menyebabkan sosok klasik mulai punah.Pembangunan telah mengubah segalanya seakan mencerabut akar sosial yang sudah lama orang desa lakukan, desa bukan lagi sosok yang miskin dan papa kini justru desa adalah sumber segala potensi modal pembangunan yang paling vital apalagi dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.

Untuk memerangi kemiskinan bukan cuma sekedar doktrin dan distribusi buat mereka, didalam menggali kekayaan potensi yang ada di desa masyarakat harus didorong tidak hanya jadi penonton namun harus ikut serta dan diikutkansertakan sebagai cerminan rasa memiliki dan kebersamaan. Secara sempit desa membangun tidak perlu mendatangkan tenaga ahli dari luar sepanjang sumberdaya desa itu sendiri cukup dan bisa dimaksimalkan untuk produktif. Secara luas kita setuju bahwa mengangkat harkat dan martabat rakyat desa dibutuhkan tata nilai dan sistem sosial ekonomi yang terpadu.

Strategi pembangunan yang tepat dan mapan di desa menyebabkan banyak perubahan positif,tingkat social masyarakat diharapkan meningkat  agar mereka tidak lagi miskin dalam hal ekonomi maupun yang lainnya.

Teknologi masuk desa harusnya dimanfaatkan untuk melonjakan produktifitas untuk dapat melompat dari label miskin menjadi berdaya mengingat di desa banyak sumber daya yang melimpah.

Masihkan desa itu saat ini dikatakan miskin? Dari sektor ekonomi mungkin tidak dengan adanya potensi yang tersedia. Lalu bagaimana gambaran sosial kultural masyarakat desa yang masih berpijak pada tradisi yang klasik, bagi agen perubahan tentunya membutuhkan banyak pemikiran.

Begitu pula  masih ada  sosok desa yang miskin karena kebutaan tentang hukum, dengan demikian mudah terperosok oleh berbagai dampak dari luar karena proses mekanisme pembangunan, baik sosial maupun politik. Yang pada akhirnya desa tampaknya lugu dapat dianggap rawan dan kurang menguntungkan. Namun dampak negative yang menjadi kekewatiran itu ternyata tidak ada. Upaya penyuluhan banyak dilakukan  di desa agar membuat orang desa menjadi yakin bahwa demokrasi pancasila menjamin dan menjalin hubungan yang manunggal di antara semua pihak.

Dengan situasi dunia dewasa ini dengan adanya pasar bebas semakin terasa betapa demikian pentingnya peranan desa  karena di sana masih tertanam banyak kekayaan dan investasi   belum sepenuhnya tergali. Apa yang didambakan untuk peningkatan ekspor pertanian, hasil hutan dan non migas lainya semu terkumpul dan berada di desa.

Maka jelaslah desa tidak sesuram dan semiskin yang kita duga selama ini ia bukan sosok yang suram namun memang masih perlu masyarakatnya di benahi dan di dorong untuk dapat menginvetarisasi kekayaan desa yang belum tergali untuk kemakmurannya.

(Dibaca total 77 kali, dibaca 1 kali hari ini)