Pohon yang berbunga unggu sebagai batas dua desa sehingga dinamakan batas wunggu

Pohon yang berbunga unggu sebagai batas dua desa sehingga dinamakan batas wunggu

KARANGNANGKA- Desa atau dalam bahasa inggrisnya Village adalah  kesatuan wilayah yang mempunyai organisasi pemerintah terendah langsung di bawah kecamatan yang dihuni oleh sejumlah keluarga yang mempunyai sistem pemerintahan sendiri.

Desa juga merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat, berdasarkan adat istiadat dan asal-usul setempat yang dihormati dan diakui dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tentuntanya dalam setiap desa akan berbatasan dengan desa lain baik dalam satu kecamatan maupun desa yang berada di lain Kecamatan akan ditandai dengan sebuah batas berupa bangunan fisik maupun batas alamiah yaitu batas suatu desa dengan desa lain yang terjadi secara alamiah, misalnya dalam bentuk pegunungan, sungai, dan hutan.

Dengan adanya kejelasan batas desa yang menjadi wilayah suatu desa menciptakan kehidupan yang damai antar desa. Batas desa juga untuk memberikan kepastian hukum terhadap batas desa di wilayah darat dan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan penetapan dan penegasan batas desa secara tertib dan terkoordinasi.

Untuk itu setiap desa harus mempunyai Batas Desa  yang jelas dan dalam peta akan tergambar batas desa untuk dapat disajikan batas-batas administrasi desa yang telah ditetapkan atau disepakati oleh kedua desa yang berbatasan, atau telah ditegaskan dan telah diverifikasi.

Dalam hal batas desa dengan desa lain ada hal yang menarik sampai sekarang di desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Banyumas, masyarakatnya lebih mengerti batas desa dengan nama pohon yang di buat oleh para orang tua dahulu dan ternyata dalam peta desa Karangnangka yang dibuat tahun 1944 nama batas  desa dengan pohon itu ada .Sebutan wunggu (Unggu) sebuah pohon yang kalau berbunga warnanya unggu akan tetapi masyarakat tidak mengetahui namanya pohon apa sampai sekarang dikenal sebagai batas desa antara desa Karangnangka dan Kutaliman satu lagi yaitu Pelem juga memisah dua desa tersebut.

Padahal batas desa untuk saat sekarang kebanyakan sudah di ganti dengan gapura terutama di pintu masuk suatu desa dan dulupun pernah dibangun batas desa sebagai simbol kenangan pada jaman perang kemerdekaan sekaligus sebagai batas desa, akan tetapi masyarakat Karangnangka tetap menyebut batas desa alami sampai sekarang walaupun sebagian tanda itu sudah tidak ada.

Ada lima tanda batas desa yang sampai sekarang masih menjadi sebutan bagi masyarakat Karangnangka yaitu Wunggu, Pelem,Randu Wetan dan Randu Kulon dan Pule

Selain itu untuk menamakan sebuah wilayah didesa Karangnangka terutama wilayah pertanian dan pinggiran desa masyarakat tidak menyebutkan dengan nama dukuh atau RT akan tetapi menyebutkan nama kawasan seperti Panongan, Slis, Manisan, Depok, Gombangan, Maron, Bodong,Winong,Drolak,Gondang dan Tong Barang/Baron. Nama ini semua masyarakaat yang usianya 30 tahun ke atas mengetahuinya sehingga kalau ditanya sawah kaitanya dengan blok mereka kurang paham akan tetapi kalau menanyakan kawasan sawah dengan nama salah satu itu mereka dengan cepat akan menjawab.

(Dibaca total 80 kali, dibaca 1 kali hari ini)