para ibu-ibu sebagai ujung tombak pengolahan sampah mengikuti pelatihan

para ibu-ibu sebagai ujung tombak pengolahan sampah mengikuti pelatihan

KARANGNANGKA- Bertempat di Joglo Wirayuda desa Karangnangka  Kecamatan Kedungbanteng sebanyak 48 ibu-ibu yang terdiri dari 16 Rukun Tetangga mengikuti  pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga yang diselenggarakan oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Jum’at (03/6).

Kegiatan yang diselenggarakan selama satu hari tersebut mendatangkan dua  pemateri yang merupakan praktisi handal di antaranya Ibu Ninik Suryani dari Petugas Penyuluh Pertanian dan Tegar dari Puskesmas Kedungbanteng

H. Sulimah selaku ketua panitia mengatakan,” diharapkan dengan pelatihan ini menjadi estafet kebaikan yang akan dilanjutkan oleh masyarakat desa Karangnangka bukan saja oleh yang ikut pelatihan akan tetapi bagi masyarakat laki-laki maupun perempuan sehingga permasalahan sampah dapat teratasi sedikit demi sedikit di samping dapat menjadikan nilai ekonomis bagi keluarga,” katanya

Kasi Pemerintahan desa Karangnangka Wasis Sugiarto menyampaikan,” hendaknya dengan pelatihan pengolahan sampah ini akan menjadikan kesadaran bersama bahwa untuk sampah di desa karangnangka untuk penangganannya menjadi tanggungjawab bersama tidak hanya pemerintah desa saja, dengan pelatihan ini nantinya para ibu-ibu menjadipioner untuyk pengolahan sampah sehingga dengan cara memilah sampah dengan baik juga dapat menjadi nilai tambah bagi keluarga,”ujarnya

Dulu Forum Kesehatan Desa (FKD) Karangnangka pernah melakukan studi banding kaitannya dengan bank sampah akan tetapi tidak berjalan maksimal,untuk itu kami berharap setelah pelatihan betul-betul bisa direalisasikan ilmu yang di peroleh,” imbuhnya.

Purwati salah satu peserta mengungkapkan,” pada kesempatan ini saya banyak mendapatkan pengetahuan tambahan tentang cara mengelola sampah rumah tangga, bahwa dari sampah tersebut kita masih bisa menghasilkan pendapatan tambahan,”ungkapnya

Saatnya sekarang para ibu memilih untuk memilah, memilah sampah menjadi berkah. Dan percayalah ibu, anak-anak yang kita ajari untuk memilah sampah sejak dini, serta menyadari kecintaan pada lingkungan yang bersih dan sehat adalah investasi tak bernilai untuk kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Meski kelak mungkin kita para ibu tidak menikmati secara langsung hasilnya, tetapi percayalah bahwa generasi setelah kita akan meneruskan kebiasaan-kebiasaan baik yang ramah terhadap bumi yang kita cintai.

(Dibaca total 73 kali, dibaca 1 kali hari ini)