Para pekerja mengecor jalan lingkungan

Para pekerja mengecor jalan lingkungan

KARANGNANGKA- Tim Pengelola Kegiatan (TPK) desa Karangnangka Sutrisno  menekankan, pekerjaan pembangunan cor beton Jalan yang memisahkan anatara RT 003/001 dan RT  002/002 , sepanjang 120 meter harus sudah rampung 3 hari ke depan.

Proyek senilai Rp. 29.026.000,- juta itu kini sudah mulai dikerjakan oleh warga masyarakat dari dua rukun tetangga Kita optimis, proses pekerjaan jalan dengan cor beton itu bakal rampung sesuai target. Kita memberikan tenggat waktu pekerjaan selama 10 hari ke depan. Kita juga sudah menyarankan cara yang paling efektif kepada para pekerja, guna memperlancar proses pekerjaannya,” kata Sutrisno, Jum’at (6/5).

Menurut Sutrisno, pembangunan jalan cor ini di danai dari swadaya dua art dan Alokasi Dana Desa yang sudah di rencanakan dalam Rencana kegiatan pembangunan desa tahun 2016, dengan panjang 120 meter dan lebar 2,5 meter,” jelasnya

Dia juga memastikan, kondisi ‘cuaca ekstrim’ atau musim hujan tidak akan menjadi kendala, karena pihaknya sudah memerintahkan kepada para pekerja untuk menyediakan tiga unit molen guna mendukung kegiatan, sekaligus mempertahankan kualitas pekerjaan.

Sementara itu, Kepala desa yang dihubungi terpisah, berharap pekerjaan pembangunan jalan dengan cor beton tersebut dapat selesai tepat waktu. Sebelumnya, Pemdes Karangnangka telah mensosialisasikan proses pembangunan jalan tersebut kepada masyarakat.

Pembangunan jalan dengan cor beton sangat tepat untuk mengatasi ancaman jalan banjir, terlebih jika hujan air tumpah ke jalan dari kebun warga. Tetapi, tujuan utamanya adalah menjamin kelancaran arus transportasi. Oleh karenanya, pembangunan jalan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik sesuai rencana, kualitasnya baik dan dapat bertahan lama serta tepat waktu, sehingga dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat banyak.

Kita memperkirakan, daya tahan jalan yang dibangun dengan cor beton itu memiliki ketahanan hingga 10 tahun ke depan, sehingga dana APBDes desa Karangnangka lebih efisien dan dapat digunakan untuk kepentingan umum lainnya,” kata Jafar Aerudin seraya meminta, TPK melakukan pengawasan ketat, jangan ada yang menyalahi aturan, guna menjamin hasil pekerjaan yang berkualitas.

 

 

(Dibaca total 198 kali, dibaca 1 kali hari ini)