empat belas desa mengikuti sosialisasi pengadopsian anak menurut peraturan yang betul di Aula Satria

empat belas desa mengikuti sosialisasi pengadopsian anak menurut peraturan yang betul di Aula Satria

KARANGNANGKA– Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyumas, Rabu 30/3/2016 bertempat di Aula Satria Kecamatan Kedungbanteng melaksanakan Sosialisasi Prosedur Pengangkatan dan Proses Pelayanan Adopsi anak untuk menghindari ketidakjelasan status bukan anak kandung yang diasuh pasangan yang bukan orang tuanya.
Para peserta terdiri dari 14 desa yang setip desa mengirimkan wakilnya sebanyak 7 orang, baik perangkat desa, PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat .
Teguh Imam Deliyanto S,Sos mewakili Camat Kedungbanteng mengatakan,” Sosialisasi ini bertujuan menyampaikan informasi tentang tata cara pelaksanaan pengangkatan anak atau adopsi,” katanya
Menurut dia, tujuan lain yang diharapkan adalah terlindunginya anak sekaligus mencegah terjadinya pengangkatan anak secara ilegal sehingga dapat merusak masa depan anak bersangkutan.
Mengingat adopsi anak di wilayah kabupaten banyumas masih banyak yang menggunakan cara tardisi, sebab masih banyak warga yang berangapan mengadopsi anak yang disahkan di pengadilan negeri prosedurnya susah,” ungkapnya
Kepala bidang Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas Susmono  menjelaskan,” kegiatan sosialisasi merupakan penjabaran UU Perlindungan Anak Nomor 23 tahun 2002, PP Nomor 54 tahun 2007 tentang pengangkatan anak dan Peraturan Menteri Sosial tentang persyaratan pengangkatan anak, karena sebagian masyarakat lebih suka mengandopsi anak tanpa ada putusan dari pengadilan sehingga dikemudian hari sering terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kaitan dengan waris, bagi yang mengadopsi dan yang di adopsi,” ujarnya

Adopsi anak merupakan solusi untuk melindungi anak-anak agar mendapatkan hak-haknya sekaligus menghindari penelantaran karena berbagai alasan.
Namun, sesuai aturan dan ketentuan berlaku maka proses pengangkatan anak harus melalui tata cara yang sudah disiapkan sehingga tidak muncul permasalahan di kemudian hari yang dapat merugikan anak,” tambahnya

(Dibaca total 118 kali, dibaca 1 kali hari ini)