Dengan komunikasi dua arah segala sesuatu dapat dilaksanakan dengan baik

Dengan komunikasi dua arah segala sesuatu dapat dilaksanakan dengan baik

KARANGNANGKA– Dalam kehidupan kita menemukan peristiwa komunikasi yang mengambarkan seseorang menyampaikan sesuatu lewat bahasa atau symbol tertentu kepada orang lain, bagaimana seorang kepala desa memberikan pendapat dan menerima saran dari anggota masyarakatnya sehingga mengikuti anjurannya maupun legowo ketika dikritik ini karena kemampuanya menggunakan media komunikasi.
Melalui komunikasi manusia dapat mengetahui peluang untuk dimanfaatkan, dipelihara dan menghindar pada ancaman alam sekitarnya. Melalui komunikasi dapat mengembangkan pengetahuanya yakni belajar dari pengalaman maupun melalui informasi yang mereka terima dari lingkungannya.
Komunikasi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat manusia, ia diperlukan untuk mengatur tatakrama pergaulan antar manusia, sebab berkomunikasi dengan baik akan memberi pengaruh pada struktur keseimbangan seseorang dalam masyarakat.
Komunikasi adalah proses hubungan satu orang dengan orang lain, kelompok atau sebaliknya yang menghendaki orang-orang mengatur lingkungannya dengan membangun hubungan antar sesama melalui pertukaran informasi yang dapat berpengaruh terhadap sikap atau tingkah laku orang lain.
Sedang komunikasi massa proses penyampain informasi, ide dan sikap kepada banyak orang baik menggunakan mesin atau media yang diklasifikasikan ke dalam media massa seperti siaran radio, televise,surat kabar,majalah dan dengan kemajuan teknologi muncul media social, website, twitter dan masih banyak lagi.
Komunikasi hanya bisa terjadi apabila terdapat pertukaran pengalaman yang sama antara pihak-pihak yang terlibat dalam proses komunikasi.Proses komunikasi dalam prinsipnya sebagai setiap langkah yang dimulai dari saat menciptakan informasi sampai dipahami oleh komunikan, komunikasi sebuah proses, sebuah kegiatan yang berlangsung kontinu. Ini dimaksudkan komunikasi sebagai proses yang komponennya saling terkait, bahwa perilaku komunikasi beraksi dan bereaksi sebagai satu kesatuan dan keseluruhan.
Dalam kontek pemerintah desa media komunikasi seharusnya dapat dijadikan dinamisator massa untuk bersama-sama memajukan desa, dalam hal ini tentunya dengan adanya keterbukaan antara pemangku kebijakan sehingga masyarakat akan menjalankan apa yang telah di disampaikan oleh sebuah komunikasi bersama sehingga dalam gerakpun akan beriringan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Akan tetapi kalau komunikasi massa hanya dilakukan searah oleh salah satu pihak dalam hal ini pemerintah desa tanpa komunikasi yang benar akan menjadikan ketimpangan dalam bergerak untuk mencapai hasil sesuai keinginan.
Menginggat komunikasi massa diharapkan akan ada perubahan sikap yaitu adanya perubahan internal dalam diri seseorang dalam kehidupan bermasyarakat yang diorganisasikan dalam bentuk prinsip, sebagai hasil evaluasi yang dilakukannya terhadap suatu objek baik yang terdapat didalam maupun luar dirinya.
Dalam banyak hal terutama yang berkaitan dengan kepercayaan atau ideology orang bias berubah sikap karena melihat bahwa apa yang tadinya dipercaya tidak benar.Oleh karena itu ia berubah sikap untuk mengganti dengan kepercayaan lain.
Pengaruh yang ditimbulkan pada tingkat kesadaran atau pengetahuan seseorang belum tentu disertai perubahan sikap, Seperti kasus membuang sampah sembarangan, meskipun kampanye jangan membuag sampah sembarangan yang dilakukan pemerintah desa bahwa membuang sampah sembarangan mengakibatkan banyak penyakit dan bau busuk tetapi sikap masyarakat masih banyak yang tidak berpengaruh. Faktor lain yang perlu mendapat perhatian dalam pengaruh adalah umpan balik, sebenarnya umpan balik ini adalah pengaruh yang langsung diterima oleh sumber dari penerima. (ZH)

(Dibaca total 230 kali, dibaca 1 kali hari ini)