Dengan lincah dan luwes para penari mengikuti irama gamelan

Dengan lincah dan luwes para penari mengikuti irama gamelan

KARANGNANGKA– Dalam rangka menyemarakan temu kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Tingkat Kabupaten Banyumas tahun 2015, bertempat di Pendopo Sipanji Rabu 11/11 telah diadakan lomba tari Banyumasan yang pesertanya dari perwakilan tiap Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Banyumas.
Lomba tari ini diikuti oleh 25 perwakilan Kecamatan dari 27 Kecamatan yang ada di Banyumas dengan para peserta tentunya ibu-ibu PKK yang di delegasikan oleh Kecamatan masing-masing sebagai duta tari.
Untuk Kecamatan Kedungbanteng sebagai perwakilan desa Karangnangka untuk mengikuti lomba tari Banyumasan tersebut. Tidak dipungkiri bahwa desa Karangnangka merupakan gudang seni sehingga setiap ada perlombaan tari sudah pasti menjadi duta. Tari yang di bawakan oleh perwakilan Kecamatan Kedungbanteng merupakan tari Gambyong yang sudah tersohor kemana-mana hanya di kreasikan menjadi tari Banyumasan.
Untuk penarinya merupakan para penari legendaris yang dimiliki desa Karangnangka diera tahun 1985, karena jiwa seni sudah mendarah daging walaupun mereka sudah berumur akan tetapi masih mampu menari gambyong dengan gerak yang lemah gemulai dan energik sehingga mendapatkan juara 2 tingkat Kabupaten Banyumas mewakili Kecamatan Kedungbanteng.
Hal yang menyebabkan tari gambyong bisa berkembang pesat dan diminati oleh masyarakat luas di antaranya adalah bentuk estetis tari ini yang menarik. Ia mengandung unsur-insur ketrampilan, keluwesan, kekenesan dan kelincahan seorang wanita. Geraknya lincah dan cenderung erotis. Nilai estetis ini terdapat pada keharmonisan dan keselarasan antara gerak dan ritme, khususnya antara gerak dan irama kendang. Estetisme tari Gambyong akan muncul apabila penarinya menjiwai dan mampu mengekspresikan dengan sempurna, sehingga melahoirkan gerak tari yang sensual dan erotis. Untuk mencapai ungkapan itu, maka dibutuhkan para penari yang memenuhi standar jogged Mataram. Dengan demikian diduga kuat, ungkapan erotis-sensual tari Gambyong inilah yang menjadi daya tarik di masyarakat Jawa sehingga mudah berekembang. Selain itu juga dipengaruhi oleh sifat-sifatnya yang njawani, fleksibel dan kondisional.

(Dibaca total 212 kali, dibaca 1 kali hari ini)