Jalan Beton yang menghubungkan dua kadus sudah dapat di dilalui

Jalan Beton yang menghubungkan dua kadus sudah dapat di dilalui

KARANGNANGKA- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucurkan dana dari APBD Provinsi Tahun 2015 sebesar Rp 40 juta untuk bantuan pembangunan dan perbaikan jalan di desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas Masing-masing desa mendapatkannya bervariasi dari 40 juta sampai 100 juta berdasarkan indikator yang telah ditentukan oleh pemerintah Provinsi.

Bantuan dana tersebut merupakan program untuk insfrastruktur yang di terima oleh semua desa di Jawa Tengah.

Bantuan Gubernur untuk desa karangnangka tersebut di gunakan untuk membuat rabat beton yang menghubungkan dua dusun yang meliputi empat Rukun Tetangga yang 20 tahun belum pernah tersentuh perbaikan jalan.

Hal ini mendapatkan sambutan yang baik serta antusias dari warga masyarakat dua dusun karena saat ini mereka bisa merasakan infrastuktur khususnya jalan, yang mana semua itu hal vital bagi masyarakat untuk mempermudah akses dalam perekonomian serta kesejahteraan masyarakat dan warga masyarakat pun tak terkecuali terjun langsung ke lokasi pengerjaan tersebut untuk bergotong royong.

Kepala desa Karangnangka Jafar Aerudin menjelaskan,” bahwa kami sangat berterimakasih kepada masyarakat yang telah campur tangan membantu pengerjaan pembangunan rabat beton tersebut, baik berupa dana maupun tenaga sehingga rabat beton yang menghubungkan dua dusun bisa terealisasi mengingat dana yang dari pemerintah provinsi sifatnya stimulan,” jelasnya

Namun atas swadaya masyarakat jalan rabat beton tersebut dapat dilaksanakan pembangunannya sesuai harapan,”imbuhnya.

 Kini pembangunan rabat beton sepanjang 220 meter dan lebar 2 meter yang berada di sepanjang tepi sungai gunung yang menghubungkan  kadus  1 dan 2 telah  selesai dikerjakan 100 % sekarang sudah dapat dilalui oleh warga yang akan menuju ke kawasan pertanian.

Diharapkan dengan bantuan tersebut jalan desa semakin bagus sehingga menunjang roda perekonomian pedesaan. Sebab, roda ekonomi desa memberikan sumbangsih cukup besar bagi kesejahteraan masyarakat.
Adapun teknis pelaksanaan pembangunan jalan, diserahkan ke masing-masing pemerintah desa untuk membuat Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) serta diharapkan pembangunan dilakukan secara gotog royong.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hanya menyediakan dana sedangkan masyarakat desa wajib menyumbang tenaga maupun swadaya dana. Sedangkan pelaksanaannya bersifat swakelola.

(Dibaca total 175 kali, dibaca 1 kali hari ini)