Para pedagang es cream menyiapkan armadanya sebelum berangkat keliling

KARANGNANGKA-Menurut prakiran cuara bulan Agustus merupakan puncak kemarau di mana-mana banyak kekekringan melanda, akan tetapi di musim kemarau yang sudah berjalan kurang lebih empat bulan ini menjadi berkah tersendiri bagi sebagian warga salah satunya Soleh warga RT 001/004 Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Banyumas.

Dengan adanya musim kemarau ini Soleh mendapat keuntungan yang dratis selaku produsen ice cream yang sudah dijalani selama 20 tahun. Mereka kebanjiran order dari masyarakat sekitarnya yang mempunyai hajatan terutama hajatan mantenan untuk di nikmati para tamu undangan,

Belum lagi Soleh mempunyai pedagang keliling sendiri yang berjumlah 17 orang menggunakan sepeda motor untuk berjualan keliling di wilayah Purwokerto.

Soleh mengatakan,” penjualan dan produksi ice creamnya cenderung meningkat empat bulan terakhir ini, yang bisanya kalau bukan musim kemarau paling hanya 70-90 kilogram dalam produksinya sekarang menjadi 150 kilogram setiap produksi dalam dua hari sekali produksi,” katanya

Menurut Soleh bukan hanya musim kemarau saja akan tetapi kebetulan bulan Agustus banyak masyarakat mengadakan kegiatan dalam rangka lomba-lomba agustusan sehingga para pedagang ice cream juga mendapat berkah dari keramaian tersebut. Tentunya dengan musim kemarau ini selain produksinya meningkat saya juga sedikit menaikan harga ice cream itu kalau dulu harganya satu kilonya Rp, 15.000,; sekarang saya jual Rp. 20.000,- ,”imbuhnya

Kosim salah satu pedagang keliling menyampaikan,” memang dalam musim kemarau ini saya pendapatanya lumayan naik di banding pada saat musim lainya, kalau kemarau saya bisa membawa es crean 6 sampai 7 kilo dibanding kalau bukan musim kemarau paling hanya 3 kilo itupun kalau mau habis harus jualan sampai jam 5 sore,”ucapnya.

Sajirun pedagang keliling lainya menjelaskan,” memang musim kemarau merupakan rejeki bagi para pedagang ice cream, dimusim selain kemarau saya berjualan harus sampai sore dan itu juga belum tentu habis sehingga sering menanggung rugi, tapi saat ini agak santai karena pulang jualan bisa jam 3 tidak seperti biasanya jam 4.30 baru pulang,”jelasnya.

(Dibaca total 131 kali, dibaca 1 kali hari ini)