Dengan penuh sabar petani menunggui dan menghalau tanaman padinya dari serangan burung emprit

KARANGNANGKA– Sejumlah petani di Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten banyumas mengaku resah dengan serangan burung emprit dan gereja sejak beberapa bulan terakhir. Para petani khawatir akan terus mengalami gagal panen dalam musim kali ini. Pasalnya, serangan burung tersebut mampu menurunkan hasil panen, para petani, tidak tahu datang dari mana pasukan burung itu ketika datang bisa sampai ratusan.

Jadi jangan heran kalau anda melawati lahan pertanian yang ada di Desa Karangnangka akan melihat banyak para petani di setiap petak sawah yang padinya sedang mulai berisi maupun yang mulai mengguning.

Hampir semua petani yang mempunyai lahan sudah pasti memasang umbul-umbul ataupun kaleng bekas bukan untuk menyambut atau memeriahkan Agustusan akan tetapi sebagai alat untuk menghalau kawanan burung emprit dan gereja yang datang mengambil bulir padi untuk dimakan,apalagi kalau padinya baru berisi yang isinya belum begitu keras itu sangat disukai oleh kawanan burung emprit dan gereja.

Sesekali terdengan suara bersautan dari para pemilik sawah yang sedang menunggui padi agar tidak di serang burung. Husss husss sahhs sahhs itulah suara mereka untuk mengusir burung-burung, kalaupun tidak mereka akan menarik tali yang sudah di pasang mengelilingi sawahnya dengan di beri kain perca yang di gantung ataupun plastik agar burung itu takut mendekat.

Lekhan salah satu petani di Desa Karangnangka, Kecamatan Kedungbanteng, mengatakan, sekitar 1750 meter areal persawahan miliknya yang diperoleh dari hasil lelang tanah desa diserang burung emprit sejak padi mulai berisi, Serangan burung tersebut hampir setiap jam,” katanya

Dirinya kuatir nantinya tidak dapat panen, apalagi saya hanya mengarap satu kali musim panen kalau tidak saya tunggui akan menjadikan rugi, walaupun waktunya habis hanya untuk menghalau serangan kawanan burung mau tidak mau harus dijalani agar panennya berhasil dan tidak mengalami kerugian,” imbuhnya, Jum`at 24/7/2015.

Munardi petani lain yang sudah panen lebih dulu menjelaskan,” memang serangan burung yang memakan padi luar biasa pengaruhnya terhadap hasil panen kalau tidak ditunggui atau di halau kawanan burung itu para petani akan rugi besar, padahal musim panen yang lalu saya dapat sambil mengerjakan pekerjaan lain tanpa rasa was-was. Akan tetapi musim panen sekarang waktu saya setiap hari harus berada di sawah karena agar panennya sesuai dengan yang diinginkan,” jelasnya.

Achmad Kodirin Ketua kelompok tani Mardi Luhur menyampaikan,” banyaknya burung memang menjadi musuh petani, akan tetapi ini semua dapat diatasi kalau awalnya para petani mau menanam serentak tidak seperti sekarang ada yang tanam atau sudah panen maupun persiapan panen sehingga burung pastinya akan mengejar lahan yang belum di panen,”ujarnya

Suyadi petani pengarap mengungkapkan,” panenan musim niki mboten saged diajeng-ajeng hasile, kulo mawon lahan long 15 panenan musim niki namung angsal 2 kandi mboten kados biasane angsal 8 kandi nggih dipun etung-etung genah rugi, gara-gara serbuan manuk prit ( panen musim ini tidak dapat diharapkan hasilnya, saya saja lahan luas 15 angga (1050 meter persegi) panen musim sekarang hanya dapat 2 kantong ukuran 50 kilogram tidak seperti biasanya dapat 8 kantong kalau dihitung-hitung jelas rugi, gara-gara serangan burung emprit),” ungkapnya

(Dibaca total 93 kali, dibaca 1 kali hari ini)