Kondisi jalan Karangnangka-Beji pada sore hari gelap gulita karena minimnya penerangan lampu jalan

KARANGNANGKA- Jalan Raya Karangnangka-Beji yang menuju ke Kota atau Kabupaten merupakan sarana umum di Kecamatan Kedungbanteng yang menghubungkan antar desa, selama 24 jam masyarakat menggunakan jalan ini untuk berbagai keperluan atau aktifitas seperti sekolah, bekerja, kegiatan usaha, mengakses fasilitas kesehatan maupun kegiatan lainya. Dengan melihat fungsinya yang vital sudah selayaknya sarana dan prasarana jalan tersedia dengan baik. Namun kenyataanya tidak demikian, selain masih terdapat jalan yang rusak berlubang yang paling penting penerangan lampu jalan pada waktu ternyata sampai saat ini masih minim penerangannya.

Dampak dari jalan rusak berlubang dan minim penerangan sering adanya kecelakaan dan tindak kejahatan seperti begal dan penjambretan. Aksi begal dan penjambretan telah menimpa sedikitnya 5 orang warga desa Kutaliman dan Karangnangka yang pulang dari kegiatan pada malam hari.

Kepala Desa Karanangka Jafar Aerudin mengatakan,” Pemerintah desa sudah melayangkan surat kepada Dinas Energi dan Sumber Daya Alam untuk permohonan penerangan lampu jalan,khususnya mulai dari selatan lapangan Karangnangka sampai batas desa dengan desa Beji tapi sampai sekarang belum ada jawaban dari dinas terkait,” katanya.

Sedangkan untuk jalan dulu pernah di ukur dari pihak Kabupaten sepanjang 900 meter menyambung dari selatan lapangan menuju arah Keniten tetapi juga sampai sekarang belum ada realisasi padahal sebentar lagi menjelang hari raya yang ditakutkan banyak kecelakaan karena hampir ruas jalan berlobang menginggat pada hari raya pasti ramai,” imbuhnya.

Kusen (40) salah satu warga menjelaskan,” saya kalau pulang dari kerja maupun dari desa Beji pasti jalan kaki merasa was-was karena suasana gelap dan sering di jembatan batas desa banyak anak-anak nongkrong entah apa yang mereka kerjakan, yang ditakutkan kalau mereka berbuat jahat, Kalau jalannya ada penerangan minimal ketika orang akan melakukan kejahatan mereka berpikir,” jelasnya.

Dengan mengacu pada konstitusi UUD 1945 bahwa negara harus menjamin perlindungan dan keselamatan kepada setiap warga negara, maka sudah sepatutunya pemerintah hadir dengan memberikan fasilitas berupa penerangan lampu jalan umum.

(Dibaca total 81 kali, dibaca 1 kali hari ini)