Sidat merupakan komoditas perikanan ini belum banyak dikenal orang

KARANGNANGKA– Belum banyak orang yang kenal ikan sidat atau bahasa latinya Anguilla sp, ikan seperti belut yang hidup dan besar di air tawar namun memijahnya dilaut dalam. Melihat karakteristiknya teknik budidaya sidat baru dikuasai dari tahap pembesaran.

Meski demikian usaha pembesaran sidat mulai dijajaki para pembudidaya pedesaan.

Geliat perkembangan usaha budidaya tersebut didorong karena permintaan pasar ekspor yang sangat besar. Sidat sangat digemari penduduk Taiwan, Hongkong, China, Korea, Jepang, Eropa dan Amerika Serikat. Contoh Jepang mengimpor sidat mencapai 500.000 ton per tahun dan terus meningkat. Permintaan pasar tersebut belum bisa dipenuhi dari produksi budidaya.

Melihat besarnya permintaan itu tidak heran jika harga sidat di pasar dunia sangat tinggi. Benih sidat atau elver harganya mencapai 250.000/kg, sidat ukuran 10-20 gram berkisar antara Rp. 20.000-40.000/kg sedangkan sidat ukuran konsumsi untuk pasar jepang mencapai harga Rp. 200.000,-/kg.

Banyak diburunya sidat karena berkhasiat memacu pertumbuhan tinggi badan juga menstimulan daya pikir dan intelektual. Daging sidat mempunyai kandungan vitamin A lebih tinggi ketimbang daging ikan sarden, mentega yaitu sebanyak 4.700 IU/100g.

Pada hati ikan sidat kandungan vitamin A sangat tinggi bisa mencapai 15.000 IU/100g, selain Vitamin A terdapat pula kandungan DHA dan EPA dari daging ikan sidat jauh lebih tinggi dari ikan salmon dan tenggiri yaitu DHA sebesar 1.337 mg/100g dan EPA 742 mg/100g.

Tingginya permintaan pasar serta didukung dengan potensi wilayah pedesaan sebagai lumbung larva ikan sidat, maka budidaya ikan sidat sangat layak dikembangkan.

(Dibaca total 65 kali, dibaca 1 kali hari ini)