LANSIA : Dalam kegiatan memperingati hari Kartini para lansia masih semangat dan cekatan meroncai

KARANGNANGKA- Dalam rangka memperingati Hari Kartini 21 April 2015 bertempat di Joglo Coklat Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Banyumas, Rabu 22/4 pengurus dan anggota Karang Lansia (lanjut usia) mengadakan berbagai kegiatan untuk para lansia.

Kegiatan yang diikuti 175 lanjut usia ini mengelar berbagai macam kegiatan seperti jalan sehat, meroncai, membawa kelereng dengan sendok, menghafal Asma Khul khusna serta pengecekan kesehatan bagi para lansia dan pemberian vitamin.

Mutmainah selaku ketua panitia menjelaskan,” Menjadi tua, siapa pun tak mampu menolak hukum alam tersebut. Kondisi inilah yang sejak awal disadari para kader posyandu desa Karangnangka,sehingga kami mewadahi para lanjut usia dalam posyandu lansia dengan nama Karang Lansia ,”jelasnya

Dalam peringatan hari Kartini tahun ini kami mencoba memberikan warna baru bagi para lanjut usia agar mereka juga mempunyai peranan serta setidaknya mengembalikan ingatan mereka pada kegiatan-kegiatan hari Kartini masa lalu saat mereka masih muda sehingga tidak hanya bermuram durja merenungi nasib di usia senja,”imbuhnya

Ketua Sub Kesehatan Desa Runtiyah mengatakan,“ Kerap kali sejumlah lanjut usia tak siap dengan proses alam ini, akibatnya mereka mereka menjadi mudah stres dan mengidap berbagai penyakit.

Ironinya lagi jika ada lansia yang berasal dari ekonomi tak mampu. Sehingga makin tertatih-tatih mengisi hari tuanya di tengah biaya hidup yang semakin membengkak.

Sementara anak maupun keluarga tak jarang pula terkesan cuek sehingga sebagian lansia ada yang hidup terlantar menjelang ajalnya. Atas dasar itulah lanjut Runtiyah menyampaikan melalui wadah Karang Lansia yang terdiri dari 3 posyandu lansia dengan jumlah sekitar 200 lansia bertekad mengisi hari senjanya dengan hal-hal yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

Sehingga di bulan April ini sebagai moment yang tepat sebagai kebangkitan kaum perempuan yang dipelopori oleh Raden Ajeng Kartini

Bahkan diharapkan dapat para lanjut usia tetap berproduktif supaya bisa mandiri dan tidak merepotkan anak cucu,”katanya

Keberadaan lansia menjadi aset pembangunan sehingga tetap diprioritaskan dalam serangkaian program pembangunan secara keseluruhan.

Para lanjut usia tetap menjadi motor bagi generasi muda karena melalui pengalaman dan nasehatnya sangat penting bagi kita untuk mampu meraih kehidupan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

(Dibaca total 82 kali, dibaca 1 kali hari ini)