Suasana lelang tanah pembangunan sebagai salah satu PAD

KARANGNANGKA- Bertempat di Joglo Coklat Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas, Sabtu malam 7/3 pemerintah desa melalui panitia melaksanakan lelang tanah sawah pembangunan seluas 56000 M2.

 

Tanah sawah tersebut memang diperuntukan untuk di lelang pada masyarakat yang ingin mengarap sedangkan oleh pemerintah desa hasil leang tersebut merupakan pendapatan asli desa untuk pembangunan. Tanah pembangunan bagi desa Karangnangka memang sebagai satu-satunya sumber pendapatan yang dapat menghasilkan uang untuk nantin dipakai pada pembangunan tahun berjalan, akan tetapi anggaran pembangunan dari dana hasil lelang akan disesuaikan dengan banyak sedikitnya keuangan yang didapat.

 

Ada beberapa tanah kas pembangunan yang dilelang berdaaarkan wilayah atau blok dan ini juga mempengaruhi harga jual karena tiap wilayah kondosisi lahanya tidak sama dari sisi kesuburan, ada empat lokaai yang di lelangkan pada warga yaitu tanah bengkok eks carik, eka tanah sawah pensiunan perangkat, bengkok kulisi dan sawah titisara.

 

Jafar Aerudin Kepala Desa Karangnangka mengatakan,” untuk lelang tanah sawah pembangunan tahun ini memang menurun si banding tahun sebelumnya di karenakan para pelelang takut dalam pengarapanya terganggu oleh hama sehingga akan mengalami kerugian ketiga menawar dengan harga tinggi,”katanya

 

Carkim salah seorang peserta lelang menyampaikan,” para petani yang ikut lelang ketar-ketir dengan hama baik wereng maupun hama lainya, sehingga dalam menawar mereka rendah supaya kerugian tidak terlalu tinggi apabila dalam pengarapanya terkena serangan hama,”jelasnya

 

Andika Ketua RT 001/004 menjelaskan,” sudah saatnya aturan lelang di perbaharui sehingga yang menang lelang tidak hanya orang-orang itu saja,walau saya tahu desa mengharapkan pendapatan  tinggi dari hasil lelang itu,”jelasnya

 

Kalau bisa panitia membuat aturan bagi para peserta lelang yang sudah pernah menang lelang jangan ikut lagi beri kesempatan pada yang lain dan yang benar-benar tidak mempunyai tanah sawah sehingga disini ada juga fungsi sosialnya untuk ikut menyejahterakan bagi keluarga yang tidak mempunyai lahan.Setiap lelang pemenangnya tidak pernah ganti padahal mereka orang yang mempunyai lahan pertanian lumayan luas,”imbuhnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(Dibaca total 62 kali, dibaca 1 kali hari ini)