Dengan berpakaian jawa mereka melantunkan tembang macapat

KARANGNANGKA-Tembang macapat merupankan salah satu kesusastraan jawa yang kini semakin terpinggirkan oleh perkembangan jaman, terutama oleh anak-anak muda yang menggangap tembang macapat ketinggalan jaman serta tidak menarik karena liriknya kurang greget

Padahal tembang macapat suatu kebudayaan akan tetapi keberadaannya semakin tersisih dan semakin punah karena kurangnya peminat terutama generasi penerus atau anak muda, dikarenakan tembang macapat seakan ketinggalan jaman dibanding lagu pop, kalau dibiarkan benar-benar akan punah,padahal tembang macapat adalah kebudayaan yang adiluhung.

Sehingga untuk tidak punah walau generasi muda yang berminat tidak ada demi mempertahankan keberadaannya ternyata masih ada orang-orang yang tetap melestarikan tembang macapat tersebut.

Group Laras Madya Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas sebuah wadah bagi para orang tua yang beranggotakan 15 orang dengan semangat masih melestarikan tembang macapat agar tidak tertinggal oleh jaman.

Setiap satu bulan sekali group Laras Madya melakukan latihan dirumah para anggota dengan cara bergiliran.

Wastro Utomo (60) salah satu anggota laras madya mengatakan,” tembang macapat telah kehilangan generasi karena sudah tidak ada lagi generasi muda yang mau mempelajarinya,”katanya

Kemajuan teknologi informasi yang menyediakan sarana setiap waktu dan setiap saat menampilkan kesenian telah mampu mengeser kesenian tradisional seperti tembang macapat,”imbuhnya

Macapat barasal dari dua kata Maca ysng artinya membaca dan pat dari kata papat yang artinya empat. Berarti membacanya empat- empat kali. Tembang macapat terdiri dari 11 tembang . Kesemuanya menggambarkan kehidupan manusia dari lahir sampai mati. Tembang macapat mempunyai urut-urutan sebagai berikut: 1. Mijil Awal mula manusia lahir kedunia. Tembang mijil mempunyai sifat asih dan berisi doa atau pangajab 2. Kinanthi bahwa bayi yang baru lahir harus di jaga. Tembang kinanthi mempunyai sifat senang, asih 3. Sinom, menggambarkan kecerdikan anak- anak. Tembang yang ini mempunya sifat kenes atau 4. Asmarandahana menggambarkan cinta kasih yang diberikan oleh orang tua, semasa kita kecil dulu 5. Dhandang gula, menggambarkan kehidupan yang serba indah mempunyai sifat luwes 6. Gambuh menggambarkan tentang pernikahan, membangun sebuah rumah tangga mempunyai sifat sumanak 7. Maskumambang menggambarkan isih kambang-kambang artinya masih belum memiliki ilmu yang mantap. masih terombang ambing. Mempunyai sifat nelongso atau menyedihkan 8. Durma, karena lama-kelamaan umurnya bertambah maka sudah memiliki kemantaban dalam hidup. Mempunyai sifat keras dan mengumbara nafsu keduniawian 9. Pangkur yaitu meninggalkan kesenenganan keduniawian dan lebih focus pada hal-hal yang bersifat agama 10. Megatruh menggambarkan bahwa manusia itu kelak mati. Memiliki sifat prihatin, sedih, menyesal 11. Pucung Setelah mati pasti manusia akan dipocong (dibungkus kain kafan ).mempunyai sifat sembrono.

(Dibaca total 163 kali, dibaca 1 kali hari ini)