Pertemuan anggota kelompok diperlukan untuk saling berbagi pengalaman

KARANGNANGKA- Bertempat dirumah Karso (39), Sabtu 7/2/2014 kelompok peternakan Sawedyambo Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng mengadakan pertemuan sekaligus pemilihan ketua yang baru.

Kelompok ternak sawedyambo merupakan kelompok ternak sapi yang sudah berjalan selama 21 tahun dengan jumlah anggota 55 orang.

Dalam pertemuan kali ini untuk menata kembali keberadaan kelompok ternak sawedyambo yang mengalami pasang surut sehingga kepengurusan kelompok tidak berjalan dengan baik, sehingga perlu penataan kembali baik pengurus maupun aturan-aturan yang ada perlu diperbaharui sesuai  kondisi sekarang dengan harapan terjadi kemajuan baik ditingkat peternaknya maupun lembaganya.

Ninik Suryani dari Dinas pertanian dan peternakan yang hadir dalam pertemuan mengatakan” sudah saatnya para peternak mulai mengubah pola dalam pemberian pakan untuk meningkatkan kualitas dan hasil yang maksimal dalam beternak sapi yaitu dengan cara pemberian pakan secara fermentasi, tentunya dengan cara fermantasi akan mengurangi waktu bagi peternak dalam mencari pakan,”katanya

Sehingga para peternak dapat mempunyai untuk kegiatan yang lain tanpa habis wajtunya hanya untuk mencari rumput akan tetapi pekerjaan yang lain tidak terselesaikan. Dengan cara fermentasi peternak cukup mencari rumput satu atau dua hari untuk persediaan setengah sampai satu bulan tergantung keinginan kita dalam menyediakan pakan fermentasi,”imbuhnya

Akmad Kodirin ketua baru yang terpilih menyampaikan” dengan adanya kepengurusan baru nantinya diharapkan para anggota kelompok semakin maju baik pemikiranya maupun hasil yang diharapkan dari beternak sapi,tapi juga jangan hanya mengandalkan sapi saja untuk meningkatkan kesejahteraan para anggota karena dari turunan ternak sapi sebetulnya banyak yang dapat menghasil uang untuk menambah pendapatan tinggal kemauan para anggota kelompok, contoh saja dengan kita mengelola biogas dapat dimanfaatkan sebqgqi penerangan maupun bahan bakar dan dapat disalurkan pada warga atau kotoran sapi yang diolah menjadi pupuk organik juga laku untuk dijual sebagai tambahan pendapatan,”jelasnya

(Dibaca total 80 kali, dibaca 1 kali hari ini)