Lampu penerangan jalan umum yang sudah padam dibiarkan tanpa ada perbaikan

KARANGNANGKA- Jalur yang menghubungkan Karangnangka dan Kutaliman serta Kebumen maupun dari Karangnangka ke Keniten sebagai jalur yang menuju ke Kecamatan lain dan menuju ke Kecamatan Kedungbanteng sangat membutuhkan perbaikan penerangan jalan,sebab jalur tersebut sangat berbahaya kalau dilintasi malam hari.

Menurut warga setempat,selain karena gelap dan menghubungkan tiga desa kawasan tersebut juga menikung dan naik turun sehingga berbahaya.Karena itu sangat berbahaya jika dilintasi dalam kondisi gelap.

Warga berkali-kali meminta agar jalur tersebut lampu penerangan diperbaiki tapi tapi tidak ada respon,apalagi jalur itu merupakan jalan kabupaten.Tujuannya untuk membantu pandangan pengendara pada malam hari,sebab jarak pandang yang terbatas karena gelap cukup membahayakan.

Kalau tidak hat-hati sangat berbahaya,sebab jalannya menikung dan naik turun, selain itu juga sering digunakan para anak-anak muda yang berpacaran sampai larut malam,”kata Tukirso (46) salah satu warga Karangnangka yang rumahnya dekat tiang lampu penerangan yang rusak itu.

Dia menjelaskan, karena kondisi jalan yang  gelap banyak warga yang tidak berani pergi atau pulang melalui jalan itu di malam hari,sebab takut ada aksi kejahatan di dalam kondisi yang gelap.

“Kalau ada lampu penerangan akan terlihat lebih terang,sehingga kalau ada niat aksi jahat mikir-mikir.Tapi kalau sekarang sangat gelap,”ujar dia

Darso (37) warga lain yang rumahnya dekat segitiga menyampaikan,”sejak lampu penerngan mati dan tidak segera diperbaiki telah memakan korban seorang pengendar sepeda moroe terjatuh sebah lampu penerangan padam,tahunya jalan lurus akan tetapi sebetulnya jalan itu menikung,”paparnya

Seharusnya pemerintah daerah memperhatikan lampu penerangan jalan terutama yang ada sepanjang jalan kabupaten,padahal setiap bulan warga dalam membayar listrik secara otomatis ikut membayar lampu penerangn jalan umum sebesar 9% dari total rekening listrik yang dibayarkan,tetapi kalau ada kerusakan lampu penerangan jalan tidak pernah diperhatikan.Apa desa tidak pernah diperhatikan kaitanya dengan lampu penerangan jalan hanya kota saja,padahal kita sama-sama membayar dari yang 9% teraebut,”ungkapnya

(Dibaca total 44 kali, dibaca 1 kali hari ini)