Warga berdesakan dan mengantri dalam pencairan dana PSKS tahap pertama

KARANGNANGKA-Berduyun-duyun ribuan masyarakat dari dua Desa Karangnangka dan Beji Kecamatan Kedungbanteng Banyumas mulai memadati Joglo Wirayuda desa Karangnangka untuk pencairan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) yang di pusatkan di Balai Desa Karangnangka, Minggu 7/12.

Mereka harus berdesakan untuk dapat mendapatkan dana dari kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) gelombang pertama sebesar Rp. 400,000,- (empat ratus ribu rupiah).

Para penerima PSKS datang lebih awal yaitu mulai 6.00 WIB pagi sebelum waktu pembagian dimulai agar mendapat tempat duduk didepan dan giliran penerimaan pencairan awal.

Padahal pembagian baru dimulai jam 7.30 WIB pagi,penerima bantuan berdatangan berombongan dari wilayah RT yang ada di desa Karangnangka maupun ada yang mengunakan becak dan ada yang digendong keluarganya karena tidak bisa berjalan sendiri,

Pencairan dana PSKS,penerima harus membawa Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dan Kartu Tanda Penduduk yang bersangkutan atau bagi yang mewakili dalam satu Kartu Keluarga harus menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang mewakili.

Tarno (48) warga RT 02/03 desa Karangnangka saat ditemui mengaku sengaja datang kelokasi agak siang harapanya agar begitu datang langsung dapat dilayani,nyatanya ketika sampai ke lokasi masih panjang mengantri.

Ditunjuknya Joglo Wirayuda Desa Karangnangka sebagai lokasi pencairan dana PSKS karena tempatnya luas dan strategis, akan tetapi tetap membuat warga saling berebut tempat duduk untuk lebih dulu mendapat giliran sehingga membuat warga berdesak-desakan agar bisa mengambil dana itu lebih awal.Beruntung tidak terjadi insiden atau terjadi masalah dalam antrian karena dari pihak TNI,Polri,Satpol PP dan perangkat desa ikut mengatur warga agar tertib dan berurutan berdasarkan kehadiranya,

Saein salah satu warga, menyampaikan,” seharusnya petugas atau pembagiannya jangan hanya satu meja tapi menjadi beberapa meja sehingga warga tidak sakling berebut dan berdesakan,”ujarnya

Rudi (23) warga RT 01/05 yang menerima mewakili almarhum kakeknya mengatakan,”dana PSKS ini akan saya gunakan untuk membeli induk ikan gurameh,karena selama ini saya hanya menjadi pekerja dikolam budidaya ikan gurameh milik orang. Saya ingin mempunyai indukan sendiri,”ucapnya

Warga lainya Tato (34) mengatakan,”kebetulan istri saya dagang keliling setiap pagi menjajakan lontong,mendoan,arem-arem,sayur matang sehingga dana yang di terima akan digunakan sebagai modal maupun menambah modal dagang istrinya,”katanya.

(Dibaca total 41 kali, dibaca 1 kali hari ini)