Berebut hasil bumi dalam grebeg suran

KARANGNANGKA- Kegiatan suran kali ini menjadi semakin meriah  para warga Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Banyumas,selain dapat berkumpul dan bersilaturahmi antar warga mereka menikmati makan bersama warga dari 16 Rukun Tetangga(RT)tapi juga berebut gunungan dalam rangka Suran yang diselenggarakan pada Minggu 9/11, berjalan kaki dari GOR Wasesa dekat makam leluhur desa Karangnangka dengan mengarak gunungan yang berisi hasil bumi dan bergada lancip (tumpeng) sebagai rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa.

Meriahnya momen ini juga terlihat dari banyaknya wargalain desa datang menonton di pinggir jalan mulai dari arah selatan yaitu batas masuk desa hingga balai desa saat arak-arakan yang berjalan kaki mulai berjalan.Polisi dan Hansip menutup sementara jalan tersebut demi lancarnya prosesi kirab tersebut.

Akibatnya mau tidak mau arus lalu lintas dari arah Beji atapun sebaliknya yang mau menuju purwojerto lewat Beji menjadi tersendat

Beberapa orang yang naik kendaraan roda dua dan roda empat bahkan turun dan menonton jalanya kirab yang diadakan satu tahun sekali.

Kirab gunungan hasil bumi dan bergada lancip (tumpeng) dimulai dari makam leluhur yang berada di selatan desa,yang berjarak 1,5 kilometer dengan cara di panggul oleh empat orang.

Sesepuh dan para perangkat desa berada di bagian depan.Dibelakangnya unsur BPD,tokoh masyarakat,tokoh agama disusul para ketua RT dan RW.

Dalam kirab tersebut banyak warga yang menampilkan kesenian seperti tari-tarian, kentongan, genjring, hadroh, kelompok pencak silat perempuan.Terlihat juga satu rombongan yang menghias badannya dengan warna hitam kelam dan yang terlihat hanya matanya saja ini menyimbolkan para pengusir batara kala yang harus di basmi dari bumi agar bala bencana menjauh dari kehidupan warga masyarakat desa Karangnangka.

Iring-iringan yang membawa gunungan dan puluhan bergada lancip ( tumpeng ) terus berjalan didepan balai desa menuju selatan balai desa sedangkan sesepuh dan rombongan anggota BPD dan perangkat desa berhenti didepan pintu masuk Joglo Wirayuda komplek balai desamelakukan elaporan pada kepala desa setelah melakukan kirab sebelumakhirnya diterima oleh kepala desa untuk memasuki Joglo Wirayuda.

Selanjutnya para peserta prosesi berjalan menuju ke dua penjuru sebagai lokasi untuk makan bersama di komplek balai desa.Gunungan yang berisi hasil bumi yang diusung serta diarak di tengah barisan diletakan di perempatan jalan untuk diperebutkan oleh masyarakat setelah acara ruwat selesai akan tetapi bergada lancip sudah ditunggu ratusan masyarakat untuk disantapbersama-sama.

Dipercaya isi gunungan tersebut dapat menolak bala terutama bagi para petani yang awahnya selalu terserang hama dan dapat mendatangkan rejeki karena sudah didoakan.

Begitu ruwat dan pembacaan doa selesai gunungan yang berisi hasil pertanian tersebut serentak ratusan warga menyerbu gunungan berebut untuk mendapatkan isinya.

Beberapa orang tua dan anak kecil bahkan terjatuh dan tergencet namun tidak sampai terluka.

Menurut Sukirno salah satu sesepuh mengatakan,” kegiatan suran ini merupakan rasa syukur masyarakat desa Karangnangka kepada Tuhan Yang Maha Esa atas apa yang telah di berikan dari bumi,baik yang berupa palawija maupun padi sebagai mata pencaharian warga Karangnangka,”katanya.

Sekaligus kita sebagai orang Jawa yang mayoritas hidup di desa dan beragama Islam kegiatan ini juga untuk memperingati 1 Muharram 1436 H, disamping untuk saling menjalin silaturrahmi antar warga dari 16 Rukun Tetangga yang ada di desa Karangnangka,”imbuhnya.

(Dibaca total 46 kali, dibaca 1 kali hari ini)