kelompok perempuan mempunyai peranan strategis dalam pemahaman TIK

KARANGNANGKA- Dua puluh empat Kabupaten dari Sabang sampai Merauke hadir memeriahkan Festifal Destika 2014 yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi Dirjen Pemberdayaan bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka bekerja sama dengan Gerakan Desa Membangun, PNPM Suport,Relawan TIK Majalengka dan Pengelola nama domain Indonesia (Pandi), Jum’at 26-27/9/2014 di Desa Tanjungsari Kecamatan Sukahaji Majalengka.

Festival Destika 2014 ini yang ke dua kalinya karena tahun sebelumnya diadakan di Kabupaten Banyumas. Dua puluh empat kabupaten itu diantaranya Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga,Bojongnegoro, Pacitan, Bantaeng Sulawesi Selatan,Yapen Papua, NTT, Lampung,Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Aceh, Tasikmalaya, Ciamis, Banten, Bandung, Bali, Gunung Kidul, Madiun, Cirebon, Indramayu, Garut,Cianjur.

Dalam acara festival tersebut selama dua hari para peserta mengikuti kelas untuk berbagai macam materi untuk peningjatan kapasitas bagi desa-desa yang ikut kegiatan tersebut yang haranya dapat diimplementasikan didesa masing-masing.Tidak hanya teknologi dan komunikasi saja yang menjadi perhatian dan minat para utusan akan tetapi Sistem Informasi Desa, pengelolaan keuangan desa,pemberdayaan bagi masyarakat,jurnalisme warga,website desa,kerjasama antar perdesaan menjadi materi dalam festival destika2014.

Dari desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng yang diwakili dari kader posyandu mengambil kelas yang memberikan materi penguatan dan pemberdayaan masyarakat yang tentunya peningkatan kapasitas lembagaserta masyarakatnya harus disiapkan untuk menyongsong amanat undang-undang no.6 tahun 2014 tentang desa agar nantinya desa siap baik pemerintahanya maupun masyarakatnya.

Runtiyah kader posyandu mengatakan,”ini yang ke dua kalinya saya mengikuti kegiatan seperti ini,saya sangat bersyukur dapat bertemu dengan desa-desa yang ada di luar jawa sehingga dapat saling bertukar pengalaman dalam memajukan desanya,”katanya

Selain itu dengan mengikuti kelas di acara ini membuktikan bahwa ternyata rasa persaudaran begitu dekat walaupun baru bertemu disamping dapat ilmu juga menambah persaudaraan dengan desa lain yang ada di Nusantara,”imbuhnya

Kepala dusun 2 desa Karangnangka menyampaikan,”festival desa teknologi informasi dan komunikasi tahun ini tidak semata-mata mengenai teknologi akan tetapi sebagai lingkar belajar antar desa untuk penguatan kapasitas para kepala desa,BPD,perangkat desa dan kader pemberdayaan dalam menyongsong berlakunnya Peraturan Pemerintah no.43 tentang pelaksanaan undang-undang no.6 tahun 2014tentang desa dan Peraturan Pemerintah no.60 tahun 2014 tentang dana desa yang bersumber dari APBN,”jelasnya

Disampingit juga kita bertukar pengalaman dengan desa lain kaitanya transparasi anggaran desa terhadap masyarakatnya,perencanaan pembangunan serta sistem informasi desa sebagai database untuk sebuah perencanaan.Semua ini harus dilakukan sehingga ketika dana desa turun perangkatcdesa dan masyarakat tinggal melaksanakan tidak merasa binggung,”ungkapnya.

(Dibaca total 34 kali, dibaca 1 kali hari ini)