Lanjut usia bukan halangan menambah ilmu seperti lansia Karangnangka mengikuti pelatihan

KARANGNANGKA- Untuk meningkatkan kapasitas bagi pengurus posyandu lansia bertempat di ruang PKK Desa Karangnangka,Rabu 1/10/2014 telah di adakan pelatihan untuk kader posyandu lanjut usia yang diikuti oleh 15 orang pengurus dari tiga pos karang lansia yang ada.

Usia lanjut adalah mereka yang berusia 60 tahun atau lebih.Walaupun belum ada kepastian ataupun kesepakatan batasan umur usia lanjut karena banyaknya pendapat mengenai batasan usia lanjut.

Secara umum usia lanjut dimana seseorang mengalami pertambahan umur dengan disertai penurunan fungsi fisik yang ditandai dengan penurunan massa otot serta kekuatanya,laju denyut jantung maksimal,peningkatan lemak tubuh dan penurunan fungsi otak.

Dalam usia lanjut terdapat klasifikasi pralansia yaitu sesorang yang berusia antara 45-59 tahun, lanjut usia yaitu orang yang berumur 60 tahun atau lebih, lansia beresiko tinggi adalah seseorang yang berusia 60 tahun lebih dengan masalah kesehatan, lansia potensial mereka yang masih mampu melakukan pekerjaan atau kegiatan yang dapat menghasilkan barang maupun jasa, sedangkan yang terakhir lansia tidak potensial adalah seseorang yang tidak berdaya mencari nafkah sehingga hidupnya bergantung pada orang lain.

Dalam usia lanjut harus dituntut untuk kaya dengan hikmah,pengalaman,menyesuaikan dengan perubahan usia maupun zaman,mempunyai kesibukan bersikap rama,sederhana dan menjadi panuta,lansia juga dituntut untuk bisa mandiri dengan menganti kegiatan yang hilang dengan yang baru,selektif dalam memilih pekerjaan,brgaul dengan teman.Selain itu usia lanjut juga harus menerima kenyataan karena usia lanjut akan menjadikan konflik lahir batin menentang proses penuaan  diharapkan dapat sehingga sering menjadi pemarah,tidak sabar, mudah tersinggung,sulit dilayani dan banyak menuntut.Jangan menjadi tipe pasrah menerima dan menunggu nasib baik,mulailah  mengikuti kegiatan keagamaan dan melakukan pekerjaan apa saj,sehingga tidak akan merasa kaget,kehilangan kepribadian,hilngkan rasa rendah diri,jangan menyesal sudah menjadi usia lanjut serta jangan pasif dan acuh tak acuh yakinkan bahwa walaupun usia sudah lanjt tetapi masih dibutuhkan oleh orang lain.

Masalah-masalah kesehatan atau penyakit fisik dan kesehatan jiwa yang sering timbul pada proses menua(lansia) diantaranya gangguan sirkulasi drah,gangguan metabolisme hormonal,gangguan pada persendian dan berbagai macam neoplasma.Penyebab kematian karena penyakit jantung,pembuluh darah,hipertensi dan tuberkulosa pada saat ini menduduki urutan pertama pada kelompok lanjut usia.

Pada orang lanjut usia perubahan fisik dan penurunan fungsi organ tubuh akan mempengaruhi konsumsi dan penyerapan zat besi yang mempunyai dampak terhadap penurunan kemampuan fisik dan menurunkan kekebalan tubuh

Hj.Sulimah selaku ketua kelompok Karang Lansia 1 mengatakan,” dengan mengikuti pelatihan ini saya yang sudah merasa lanjut usia akhirnya dapat mengetahui semua permasalahn yang memang di hadapi oleh para lanjut usia,” katanya

Ternyata para lansia tidak harus selalu menunggu dan pasrah pada nasib akan tetapi juga dapat melakukan hal- hal yang bisa menumbuhkan semangat serta menjaga kesehatan dengan pola makan sesuai dengan kebutuhan tubuh tidak seperti pada saat masih muda,”imbuhnya

Sedangkan Hj.Maryati ketua kelompok karang lansia 2 menjelaskan,” menginggat saya sudah usia lanjut tentunya saya butuh pengetahuan untuk menambah pemahaman agar dalam menjalani usia tua ini bisa berbagi pengalaman dengan orang lain yang sudah lanjut usia,sehinhga dengan amanah yang telah diberikan pada saya akan mencoba menfampinggi para lanjut usia yang ada di wilayah RW 1 dan RW 2 khusunya sebagai wilayah kerja karang lansia 2,”jelasnya

Hadir dalam pelatihan kader posyandu lansia para ketua kelompok dan anggotanya,Dokter puskesmasKedungbanteng,bidan desa.Sedangkan sebagai nara sumber dari mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan(STIKes) Harapan Bangsa Purwokerto dari program profesi ners

 

(Dibaca total 53 kali, dibaca 1 kali hari ini)