Pekerjaan mencungkil buah pinang yang dikerjakan menambah pendapatan keluarga

KARANGNANGKA– Buah Pinang atau bahasa latinnya Areca cathecu merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia.Permintaan akan buah pinang ini lumayan tinggi. Buah pinang umumnya banyak tumbuh dipekarangan atau kebun, dan belum banyak petani yang membudidayakan Pinang secara serius. Biji pinang berguna untuk bahan makanan, bahan baku industri seperti pewarna kain, dan obat. Biji pinang sebagai penyusun ramuan obat sudah masuk ke dalam daftar prioritas WHO (World Health Organization/organisasi kesehatan dunia) . Biji pinang ini sudah dimanfaatkan sebagai obat sejak ribuan tahun sebelum masehi, terutama di Mesir dan India. Hingga kini banyak negara yang menggunakan biji penang antara lain sebagai obat cacing, eksim, sakit gigi, flu, luka, kudis, difteri, nyeri haid, mimisan, sariawan, mencret, koreng, borok bahkan ada yang membuat kopi jebuk yaitu kopi bubuk dari buah pinang.

Peluang itulah yang di ambil oleh seorang Danang pemuda desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Banyumas menampung buah pinang yang sudah tua maupun yang setengah tua untuk di keringkan dan dikirim pada pengepul di wilayah Majenang.

Danang (22) sebagai pedagang/pengepul buah pinang mengatakan,” usaha ini saya jalani baru berjalan kurang dari satu tahun akan tetapi sangat bagus dan menjanjikan dijalankan karena bahan baku banyak tersedia di sekitar kita,” katanya

Selama ini masyarakat tahunya hanya untuk kebutuhan nginang sehingga belum banyak yang menjadikan sebagai usaha buah pinang untuk komoditas sekaligus menambah perekonomian keluarga. Saya tahu kalau buah pinang itu laku dan dapat dijadikan lapangan pekerjaan dari bapak yang memang dulunya pedagang remapah seperti bunga cengkeh,buah pinang, tangkai cengkeh, kayu manis, jahe,” jelasnya

Selain itu saya coba membantu pada teman-teman dan ibu-ibu yang tidak mempunyai pekerjaan saya berdayakan untuk membelah dan menjemur bagi yang laki-lakai kalau ibu-ibu mencungkil isi buah pinang tersebut.

Saat ini saya menerima kiriman buah pinang dari masyarakat karangnangka dan desa sekitar yang mereka antar ke sini dengan harga satu kilonya Rp. 1000,00,-.

Kalau buah pinang sudah terkumpul banyak buah dibelah menjadi dua tujuannya adalah agar buah cepat kering, setelah buah terbelah semua segera dikeringkan dengan panas sinar matahari, setelah kering buah yang masih mempunyai kulit tadi saya kirim ke ibu-ibu disekitar rumah saua untuk di cungkil setelah itu buah di jemur kembali selama 50 jam. Penjemuran berlangsung selama 4 hari secara berturur-turut. Setelah kering biji pinang dapat dikemas dalam karung plastik untuk dijual atau disimpan dalam gudang kalau sudah banyak baru saya kirim ke pengepul yang besar dengan harga jual Rp. 7.000,–/kg, sedangkan ibu-ibu yang mencungkil buah pinang tersebut saya bayar Rp. 300,-/kg dan rata-rata mereka dapat 10 kg dalam waktu dua jam,”imbuhnya

Siti Khotijah warga RT 01/04 menjelaskan,” tadinya saya hanya melihat tetangga yang sedang mencungkil buah pinang ternyata mudah dan dapat dilakukakn setelah pekerjaan rumah selesai,dari pada tidak ada pekerjaan setelah urusan rumah beres saya minta sama mas Danang ikut mencungkil pinang lumayan untuk tambahan belanja dari pada nggak ada pekerjaan akhirnya para tetangga banyak juga yang ikut,”ujarnya

(Dibaca total 397 kali, dibaca 1 kali hari ini)