Pentas kesenian kuda lumping untuk menghibur para pemudik yang pulang ke desa dan saling memaafkan

KARANGNANGKA- Ribuan orang memadati Lapangan Desa Karangnangka Kecamatan kedungbanteng Banyumas, Kamis 31/7 menyaksikan pentas kuda lumping Tunggul Kencana yang digelar oleh para pemuda yang tergabung dalam Ebegers Production Karangnangka.

Banyaknya pengunjung mengakibatkan jalan yang menuju Purwokerto dari arah utara penuh sesak sehingga arus kendaraan padat. Begitu juga para paguyuban kuda lumping yang berdatangan dari kecamatan lain kumpul menjadi satu di lapangan menambah suasana menjadi meriah, animo masyarakat untuk menyaksikan kuda lumping begitu luar biasa walaupun suasana terik matahari menyengat tapi tidak menggurangi banyaknya penonton untuk datang di lapangan Desa Karangnangka.

Dalam pentas kuda lumping itu hampir dua puluh paguyuban yang datang untuk ikut meramaikan acara tersebut sekaligus sebagai ajang silaturahmi antar paguyuban setelah mereka menjalankan puasa selama satu bulan.

Fanny (30) selaku Ketua panitia mengatakan,” pentas kuda lumping ini memang kami lakukan setelah lebaran H+3 untuk menghibur para pemudik yang pulang ke desa sekaligus juga sebagai ajang silaturahmi antar paguyuban maupun para penonton yang saling kenal tapi tidak sempat bertemu saat lebaran, dengan mereka menghadiri pentas ini pastinya jadi ketemu,” katanya

Selain itu juga kami selaku pemuda ingin memberikan kontribusi kegiatan dalam menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 69, sekaligus ingin menyatukan para pemuda dalam satu desa untuk ikut serta memajukan desa melalui kesenian,”tambahnya

Sedangkan Jafar Aerudin(48) Kepala Desa Karangnangka menyampaikan,” kami selaku pemerintah desa melihat para pemuda melaksanakan kegiatan pentas kuda lumping seperti ini merasa bangga karena dapat mempererat kebersamaan di antara mereka, apalagi pentas ini berjalan lancar dan aman ini berkat kerjasama yang baik antar semua pihak,”jelasnya.

Padahal persiapan mereka hanya satu minggu sebelum lebaran akan tetapi para pemuda dapat membuktikan kemampuannya untuk mengelola kegiatan yang mendatangkan masa banyak dengan sukses,” imbuhnya.

Saya dari Bandung sama keluarga wisata di Baturadden mas begitu lewat sini ada rame-rame lalu saya nanya acara apa katanya kuda lumping jadi saya penasaran ingin melihat langsung seperti apa pentas kuda lumping itu ternyata luar biasa karena di Bandung tidak ada kuda lumping yang pengemarnya seperti di sini,” papar Vita gadis Bandung.

(Dibaca total 54 kali, dibaca 1 kali hari ini)