Puasa : Tidak menyurutkan warga dalam gotong royong menjadikan Desa Membangun walaupun dalam suasana puasa

KARANGNANGKA– Setelah menunggu penantian yang panjang hampir empat tahun kini warga RT 01 dan RT 02 RW 04 dapat merasa lega, karena jalan yang selama ini sebagai akses menuju pertanian dan peternakan rusak parah sekarang sudah dapat di nikmati setelah warga dua RT melakukan kerja Bhakti bersama walaupun di lakukan di bulan Ramadhan, akan tetapi tidak mengurangi semangat mereka karena sudah menjadikan kesepakatan untuk bahu membahu berswadaya memperbaiki jalan. Minggu 6/7 semua warga RT 01 dan 02 baik laki-laki dan perempuan turun tangan mengecor jalan yang menuju kawasan pertanian dan peternakan.
Kerusakan jalan menujun ke kawasan pertanian yang menghubungkan dua desa yaitu Karangnangka- Kebocoran di wilayah RT 01 RW 04 cukup parah dan menjadikan harapan bagi warga untuk dapat di perbaiki.
Ini tidak membuat warga RT 01 dan 02 RW 04 putus asa mereka berusaha mengusulkan melalui musyawarah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) tahun 2014 Desa Karangnangka dan masuk menjadi prioritas usulan di tingkat desa.
Warga RT 01 RW 02 Sururi (52) mengatakan, kerusakan jalan yang ada diwilayahnya menuju kawasan pertanian dan peternakan rusak cukup parah dan membuat akses ke kawasan pertanian serta peternakan cukup sulit di lalui kendaraan baik roda dua maupun kendaraan roda empat.
“Kasihan para peternak maupun petani ketika membawa hasil pertaniannya mereka harus mengeluarkan biaya banyak karena mengunakan tenaga orang untuk mengangkutnya ketika membawa hasil panenya,” tutunya
Padahal jalan tersebut merupakan akses anak sekolah wilayah karangnangka bagian barat serta masyarakat bukan hanya warga Karangnangka saja akan tetapi warga desa lain yang mempunyai lahan pertanian di sini,”imbuhnya
Dengan di cornya jalan ini nantinya diharapkan memberikan kesejahteraan bagi warga. Selain memeroleh pembangunan,betonisasi jalan ini secara langsung telah meningkatkan produktifitas untuk memajukan perekonomian pedesaan malaui hasil pertanian dan peternakan.
Menurut Jafar Aerudin (48) Kades Karangnangka, Betonisasi jalan yang menuju ke lahan pertanian ternyata dapat menumbuhkan sifat gotong royong dan pemberdayaan tenaga kerja, meningkatkan produktifitas kerja warga di desa itu serta memperlancar kegiatan masyarakat petani .
“Betonisasi di desa kami wilayah RT 01/04 ini sudah tepat sasaran, karena dana sebesar Rp40 juta yang berasal dari bantuan Gubernur Jawa Tengah untuk mendukung perbaikan insfratuktur ini akan mendongkrak roda perekonomian masyarakat desa. Dan pembangunan jalan rebot beton ini sudah sangat didambakan warga terutama petani.
Tidak hanya rabat beton akan tetapi jalan yang menuju ke jalan raya dari arah pertanian dan peternakan akan dilanjutkan dengan di aspal , ini satu paket dengan betonisasi . Betonisasi ini bersifat swakelola, dan dengan itu bisa memberdayakan masyarakat sebagai tenaga kerja,” sebutnya.
Sehingga dengan sendirinya terbentuk karakter masyarakat berdaya saing kuat dalam meningkatkan perputaran roda ekonomi dan kesejahteraan keluarga.
Menurut Tekad, pekerjaan betonisasiini bersamaan dengan bulan ramadhan dimana warga sedang menyiapkan keuangan untuk persiapan lebaran, akan tetapi karena sudah menjadi kesepakatan akhirnya dapat mengumpulkan swadaya sebesar Rp. 5.725 .000,-.
Dan yang dikerjakan ini adalah jalan rabat beton yang sangat didambakan masyarakat untuk memperlancar akses jalan pengangkutan hasil tani warga ,” tambahnya.
Warga lainnya, Alip Riyadi mengaku ikut terlibat langsung dalam pekerjaan jalan rabat beton sepanjang 68 meter itu. Dan menurut Alip, yang mereka kerjakan itu sudah maksimal karena memang yang menggunakan jalan itu tidak hanya sendiri. Alip mengaku sangat berterima kasih atas kucuran dana ke desa mereka melalui banytuan Gubernur ini, sebab masyarakat terbantu dalam upaya peningkatan produksi tani mereka.
“Ini sangat membantu kami, karena selama ini masyarakat mengangkut hasil panen padinya ke rumah harus mengeluarkan biaya banyak, karena diupahkan kepada orang lain. Tapi, setelah jalan baik biaya itu pasti berkurang karena hasil panen sudah bisa langsung diangkut dengan kenderaan roda dua, roda tiga bahkan roda empat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan betonisasi ini telah memotivasi swadaya kelompok pengelola dan masyarakat dengan menyerap tenaga kerja dan swadaya lokal dalam jumlah relatif banyak dengan membangun sarana produktif yang dapat memberikan manfaat peningkatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami sebagai penerima bantuan telah benar-benar melaksanakan program dengan baik. Kami berterima kasih kepada Gubernur melalui Pemerintah Kabupaten Banyumas kiranya program yang sama dapat terus berkelanjutan dan dialokasikan ke desa kami demi peningkatan perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

(Dibaca total 54 kali, dibaca 1 kali hari ini)