SAMPAH : membuang sampah bukan pada tempatnya sudah mengewatirkan lingkungan pedesaan

KARANGNANGKA- Pembuangan sampah di tanah dan sawah milik warga di Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng di keluhkan warga.Karena menimbulkan bau busuk juga cukup mengganggu pemandangan sekitar dan pengguna jalan,” Kalau musim hujan baunya sangat menyengat sedangkan jika sedang musim kemarau kalau dibakar asapnya juga sangat mengganggu karena berbau juga serta sampahnya kemana-mana terbawa angin,” kata Doni Nurrohman
Menurut dia sebaiknya warga mempunyai kesadaran dalam pembuangan sampah jangan sembarangan apalagi di tanah yang bukan miliknya, lebih baik membuat lubang sampah di dekat rumahnya atau dibakar dilingkungan sendiri,sehingga tidak sampai mengganggu.Apalagi perilaku mereka sudah keterlaluan membuang sampahnya di tepi jalan besar di samping bukan tanah sendiri juga membuat lingkungan menjadi kotor,”ujar dia
Dia meminta kepada pemerintahan desa dan BPD untuk dapat membuat aturan yang melarang warganya membuang sampah sembarangan,agar nantinya perilaku warga Karangnangka dalam hal sampah juga tidak sembanrangan atau semaunya itu perlu aturan yang tegas, sehingga diharapan Karangnangka akan bebas dari timbunan sampah yang menumpuk pada tempat bukan pembuangan sampah yang mengganggu kesehatan dan pemandangan.
Warga lainya Sukirno menyatakan hal yang sama,” seharusnya menjadi perhatian bersama sebab ini kaitanya dengan persoalan sampah yang dibuang oleh warga tersebut dan tidak mungkin hanya dilakukan oleh pihak-pihak terkait.Karena pembuangan sampah yang sembarangan sangat rentan dengan kesehatan dan tentunya sebagai orang desa perilakunya tidak harus sembarangan dalam membuang sampah sehingga desa akan menjadi indah sesuai norma yang ada,”tegasnya
Dia sepakat kecerobohan dengan cara membuang sampah di sungai atau tanah yang bukan miliknya yang diperuntukan untuk pembuangan sampah sebaiknya di denda seberat-beratnya bila perlu dihukum dengan cara mereka membersihkan tempat sampah tersebut bagi yang ketahuan membuang sampah sembarangan agar perilakunya juga tidak sembrono.
Sedangkan Kodirin Kadus II menyampaikan,” pada intinya pemerintah desa siap membuat perdes tentang kebersihan lingkungan akan tetapi juga harus melibatkan semua pihak baik BPD,masyarakat, RT,RW agarnya nantinya perdes tersebut benar-benar bisa berjalan dengan baik tanpa ada pihak yang merasa dirugikan. Karena yang akan menerima sanksi dari perdes tersebut adalah masyarakat, jangan hanya pihak pemerintah desa saja yang merancang aturan tersebut itu tidak akan efektif penerapanya,”ujarnya.

(Dibaca total 56 kali, dibaca 1 kali hari ini)