MAD : Muasyawarah Desa sebagai penentu kebijakan untuk rencana tahun 2014

Karangnangka-Bertempat di Aula Satria, Sabtu 25 Januari 2014 telah di selenggarakan Musyawarah Antar Desa (MAD) Pertangggungjawaban Kelembagaan BKAD Program Nasional Pemberdayaan Masyaraka-Mandiri Perdesaan (PNPM)-MPd) tahun 2013 tingkat Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas.

Musyawarah Antar Desa yang di gelar di aula Kantor Camat Kedungbanteng tersebut diikuti 14 perwakilan Desa , yang setiap desa termasuk Kepala Desa diwakili anggota BKAD,koordinator kelompok, tiga orang tokoh perempuan atau kelompok simpan pinjam.

MAD PNPM-MPd di buka secara resmi oleh Penangungjawab Operasional Kegiatan (PJOK) Kecamatan Kedungbanteng Sigit Suyanto,SE.

Masngud selaku Ketua BKAD Kecamatan Kedungbanteng mengatakan,” dengan diterimanya pertanggungjawaban kelembagaan BKAD ini maka tentunya masih banyak kekurangan sehingga saatnya kita bersama hari ini bisa merencanakan apa yang nantinya harus di perbaiki untuk program di tahun 2014.,” ungkapnya.

Salah satu program yang harus dilaksanakan dalam waktu dekat dari surplus hasil simpan pinjam tahun 2013 adalah setiap desa akan menerima dana sosial sebesar Rp. 11.000,000,- yang peruntukanya dikembalikan pada desa masing-masing sesuai kebutuhan dengan catatan tidak meninggalkan kemanfaatan bagi keluarga miskin,”imbuhnya

Drs. Purjito Camat Kedungbanteng dalam sambutanya menyampaikan,” bagaimana tahun 2014 kita semua mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran, maka PNPM saya kira satu formula yang diluncurkan oleh Kementerian Koordinator bidang Kesejahteraan untuk mengatasai kemiskinan paling jempol dari program lainnya,”jelasnya

Dengan hadirnya Undang-Undang Desa nantinya diharapkan alokasi anggaran yang diterima disikapi dengan arif dan bijaksana dan berpegang teguh pada peraturan yang ada untuk mensejahterakan masyarakat. Apalalagi Jawa Tengah akan mereplika program PNPM dalam penyelenggaraan pembangunan desa,”ungkapnya

Sedangkan Agung Budi Kuspratama,SE selaku Fasilitator Keuangan Kabupaten Banyumas mengatakan,” seluruh desa di Jawa Tengah akan mendapat kucuran dana insfratuktur yang besarnya bervariasi tergantung katagori desanya. Gubernur Jawa Tengah sudah membuat MOU dengan menkokesra kaitanya dengan akan mereplikasi kegiatan PNPM yang sumber pembiayaanya nantinya 100 % dari APBD Tingkat I atau Propinsi, untuk itu dapat di manfatkan sebaik-baiknya untuk itu agar dipersiapkan betul dengan musrenbang agar semua RPJM terkafer dengan kegiatan tersebut ,” katanya.

Dalam MAD tersebut Desa Karangnangka mewakilkan dua orang anggota kelompok simpan pinjam dan satu orang perempuan tokoh masyarakat serta Koordinator kelompok dan BKAD Repesentatif.

Hadir juga dalam Musyawarah Antar Desa yaitu Tim Verivikasi kelompok simpan pinjam ,Unit Pengelola Kegiatan,Fasilitator Kecamatan,Fasilitator Teknik dan Pendamping Lokal.

Tiba-tiba semua yang hadir di aula tersebut tanpa di komando dengan serentak semua lari keluar dikarenakan adanya gempa bumi yang terjadi pada pukul 12.15 saat para peserta MAD sedang membahas tindak lanjut dari hasil Musyawarah Antar Desa untuk program tahun 2014.

(Dibaca total 50 kali, dibaca 1 kali hari ini)