Melihat lebih dekat kawasan minapolitan sentra gurameh

Apa yang kita dengar, belum tentu sama hasilnya dengan apa yang kita lihat. Apa yang diceritakan oleh orang lain, belum tentu sama cerita yang kita peroleh sendiri. Pertama kali mendengar cerita tentang potensi alam desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas melalui isi berita portal desanya, terbayang dalam pikiran bahwa kekayaan alam dalam bidang perikanan di sana sangatlah menakjubkan. Ikan gurameh menjadi ikon dari desa, yang masih ramah dengan kebersihan lingkungannya itu.

Bukan hanya melejit dengan ikan gurameh saja, telur ikan gurameh di desa Karangnangkalah, yang menurut penduduk setempat menjadi “buruan” peternak ikan gurameh di desa-desa lain. Menurut salah seorang petani ikan di sana, ikan gurameh sedikit sulit untuk tumbuh dan berkembang di cuaca desa Karanganangka. Akan tetapi, cuaca desa Karangnangka justru sangat ideal untuk budidaya telur-telur gurameh.

Tidak sia-sia berkunjung di desa Karangnangka karena apa yang kita dengar dari desa ini, hasilnya akan tetap sama menakjubkannya dengan apa yang kita lihat sendiri. Kami membuktikan dengan kunjungan singkat di sana, Rabu (20/11).

Tidak membutuhkan waktu lama untuk langsung terpesona dengan keramahan penduduk desa, kesegaran udara, keasrian lingkungan dan tentu saja kekayaan potensi alam desa Karangnangka. Kami yang ditemani oleh Tim Gerakan Desa Membangun menjelajah ke salah satu pemancingan desa yang dikelola pemuda RT 003/004.

Dengan aneka rasa es krim buatan pak Soleh tak kalah saing dengan es krim import

Tidak cukup “memamerkan” kekayaan alam desanya, kami juga berkesempatan melihat pengelolaan home industry es krim milik Pak Soleh. Kami mendengar kisah awal mula home industry es krim milik Pak Soleh hingga pemasarannya yang sudah ke berbagai daerah. Sambil menyelam minum air, sambil mendengar kami mencicipi rasa es krim Pak Soleh. Beranjak dari home industry es krim milik Pak Soleh, kami melanjutkan penjelajahan di desa Karangnangka ke salah satu peternakan sapi perah

peternakan sapi perah yang mulai dikembangkan di desa Karangnangka

“Barokah” hingga akhirnya kami melanjutkan perjalanan berikutnya  ke desa Melung.

Perjalanan singkat di desa Karangnangka meninggalkan kesan mendalam. Meskipun berawal dari tujuan observasi penelitian tentang jurnalisme warga di Gerakan Desa Membangun, kami memperoleh banyak hasil di luar dari tujuan penelitian kami. Menurut kami, apa yang telah digerakkan oleh desa untuk menunjukkan potensi-potensinya melalui berita desa di internet merupakan upaya mandiri yang perlu memperoleh dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah pusat. Terus lanjutkan gerakan kalian Tim Gerakan Desa Membangun!

[Oleh: Rezha Rosita Amalia, Ilmu Komunikasi FISIPOL UGM, 2011]

(Dibaca total 82 kali, dibaca 1 kali hari ini)