Perbaikan : Jalan Lingkar Timur yang sedang diaspal kembali

Karangnangka- Berakhir sudah penantian warga masyarakat Rukun Warga (RW) satu dan dua dengan jumlah enam Rukun Tetangga (RT) selama tujuh tahun menanti perbaikan jalan yang aspalnya mengelupas, karena jalan yang setiap hari dilalui untuk aktivitas baik bidang perekonomian maupun lainya kini mulai di aspal kembali.

Jalan lingkar timur dengan panjang 400 m dan lebar 3 m telah lama rusak sehingga mempersulit akses bagi kegiatan masyarakat yang melalui jalan tersebut. Walaupun jalan lingkar timur itu hanya di aspal sepanjang 330 m akan tetapi setidak-tidaknya membuat warga mudah dalam mengunakan jalan tersebut di banding sebelum diaspal seperti sungai kering hanya bebatuan dasar yang nampak.

Jalan lingkar timur diaspal terakhir pada tahun 2006 yang dilakukan melalui swadaya masyaraka, enam RT, dengan demikian masih tersisa 70 m yang belum teraspal namun tidak begitu parah kondisinya dan layak untuk dilalui kendaraan roda emapat maupun roda dua.

Untuk aspal jalan lingkar timur memang sudah menjadi prioritas pemerintah desa sehingga ketika ada bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2013 kami langsung mengalokasikanya,” kata Darsono Kasi Pembangunan pada Pemerintahan desa Karangnangka. Pengaspalan dumulai dari perempatan Madrasah Ibtidaiyah Ma`arif sampai perempatan jalan Slis di wilayah RT 03/01 sebelah utara.

Meskipun dana DAK ini dalam pembangunanya tidak di swakelola oleh desa tapi pemerintah desa tetap memantau jalannya pembangunan tersebut,” imbuhnya

Jalan lingkar timur disamping di pakai oleh masyarakat desa Karangnangka, juga sebagai jalan alternatif bagi lain desa seperti Kutaliman dan Kalikesur yang keseharianya beraktifitas di perkotaan, baik yang sekolah, pekerja maupun mereka yang akan menjual hasil pertanianya ke kota, akan melalui jalan ini ketimbang jalan besar yang kondisinya sangat ramai kalau pagi hari.

Dana DAK yang diterima oleh desa Karangnangka sebesar Rp. 100 juta yang peruntukanya untuk insfratuktur jalan sedang pengerjaan dilakukakn oleh pihak ketiga yang ditunjuk oleh Dinas Cipta Karya Kabupaten Banyumas, sehingga pemerintah desa dan masyarakat tahunya jalan tersebut jadi.

Bagaimanapun desa masih dianggap belum mampu mengelola dana sehingga bantuan dana DAK yang diterimakan oleh desa pastinya kegiatan ataupun pembangunannya akan dilimpahkan pada pihak ketiga. Ini jelas bahwa masyarakat hanya jadi penonton dan obyek dari pembangunan tersebut tanpa bisa berbuat apa-apa ketika ada hal yang tidak memuaskan dengan kondisi pengaspalan jalan itu. Sudah selayaknya pemerintah memberikan kewenangan pada desa maupun masyarakatnya untuk berperan menjadi subyek pembangunan sehingga sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat desa.

Salah satu warga Karso Tahu (37) mengungkapkan,” dengan di aspalnya kembali jalan lingkar timur ini saya selaku warga merasa senang karena saya sebagai pedagang nasi dan mie goreng keliling sangat prihatin melihat kondisi jalannya yang rusak parah, dan saya yakin kalau tidak ada bantuan nggak tahu kapan akan diaspal kembali karena desa tidak mampu,” jelasnya.

Tinggal masyarakat mau memelihara paska pengaspalan nantinya, jangan seenaknya membuat saluran air yang terkadang mengali jalan yang sudah diaspal,” pungkasnya.

(Dibaca total 43 kali, dibaca 1 kali hari ini)