Rabu (20/11), kami tim UGM yang berjumlah enam orang dari Fisip Jurusan Ilmu Komunikasi melakukan kunjungan ke Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka melihat langsung kondisi yang ada di Desa Karangnangka setelah tim UGM membaca berita-berita yang ada di portal Desa Karangnangka. Desa Karangnangka adalah desa pertama yang kami kunjungi setelah kami tiba di Purwokerto dari Jogyakarta pada hari yang sama.

Perikanan : Kolam budidaya gurameh untuk diambil telurnya sebagai benih

Salah satu hal yang terkenal dari Desa Karangnangka adalah pembibitan telur gurameh karena memang sudah menjadi desa kawasan minapolitan. Kami pun mengunjungi lokasi pembibitan telur gurameh yang ada di desa Karangnangka. Lokasinya cukup luas dan terdapat banyak tumbuhan/tanaman kajar di tempat itu. Tumbuh-tumbuhan atau tanaman kajar tersebut yang digunakan sebagai makanan bagi induk gurameh. Salah satu narasumber mengatakan bahwa satu ekor induk gurameh dapat menghasilkan + 400 butir telur gurameh, telur-telur inilah yang oleh petani kemudian dijual.

Selain itu, kami juga mengunjungi salah satu rumah warga desa Karangnangka yang memiliki tempat penetasan telur gurameh dengan media terpal. Dalam wawancara dengan warga desa tersebut, kami mendapatkan informasi bahwa waktu yang diperlukan dalam penetasan telur gurame adalah 4 minggu. Setelah telur tersebut menetas, bibit ikan gurameh tersebut dijual. Harga jualnya tentu lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual ketika masih berupa telur gurameh.

Hal menarik lain yang ada di Desa Karangnangka yaitu tempat pemancingan ikan yang di kelola oleh Perkumpulan Remaja Tiga Empat (Perakteam). Banyak orang yang datang ke tempat pemancingan ikan di Desa Karangnangka. Pengunjungnya tidak hanya berasal dari sekitar Desa Karangnangka, tapi juga berasal dari lain kecamatan yang ada di wilayah Banyumas.

Es krim hasil produksi pak Soleh dengan beraneka rasa

Selanjutnya, kami pun mengunjungi tempat produksi es krim Pak Soleh, es krim ini dibuat sendiri di kediaman Pak Soleh. Bahan baku es krim berasal dari kelapa (santan). Rasanya bervariasi, ada vanilla, pandan, jambu merah. Kami pun tidak mau melewatkan kesempatan untuk mencicipi es krim Pak Soleh tersebut.

Lokasi yang kami kunjungi selanjutnya adalah peternakan sapi di Desa Karangnangka. Produk yang dihasilkan dari peternakan sapi ini setiap harinya adalah susu sapi murni dan segar. Sungguh menarik dapat melihat potensi peternakan di Desa Karangnangka.

Setelah berjalan-jalan di Desa Karangnangka, sorenya kami pun harus melanjutkan perjalanan ke desa berikutnya, yaitu Desa Melung yang masih satu kecamatan dengan desa Karangnangka. Banyak hal menarik serta pengetahuan baru yang kami dapatkan dari kunjungan ke Desa Karangnangka ini. Terima kasih atas penerimaan warga desa terhadap kunjungan kami. Terus semangat dalam pengembangan setiap potensi desa yang ada, baik di bidang perikanan, peternakan, maupun kegiatan usaha  lain yang ada di desa Karangnangka.    (penulis  Ruth Lasamahu)

(Dibaca total 95 kali, dibaca 1 kali hari ini)