Mahasiswa Fisip UGM kunjungi peternakan sapi perah di desa Karangnangka

Karangnangka- Rabu 20/11 Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Banyumas mendapat kunjungan lima mahasiswa dan satu dosen pembimbing dari Fisip UGM Jurusan Ilmu Komunikasi Jogyakarta. Kunjungan mahasiswa tersebut dalam rangka mengadakan riset kaitannya dengan perjalanan Gerakan Desa Membangun yang sedang berkembang begitu pesat di wilayah Kabupaten Banyumas .Para mahasiswa akan berada di wilayah Banyumas selama 3 hari dan akan mengunjungi Desa Karangnangka, Melung, Pancasan mereka akan langsung melihat kondisi desa dengan segala potensinya yang biasanya oleh para jurnalisme warga dijadikan bahan berita. 

Di desa Karangnangka mereka mengunjungi kawasan minapolitan, peternakan sapi perah “Barokah”, pemancingan yang di kelola remaja RT 003/004 dan home industri pembuatan ice cream yang ada di Karangnangka. Sorenya mereka langsung menuju ke desa Melung.Tidak itu saja sebagai tujuan riset, akan tetapi nantinya diharapakan akan ada kerja sama dalam hal ilmu komunikasi maupun bidang lainya.

Lisa Lindawati, SIP.M salah satu dosen pendamping sebetulnya sudah lama mengamati Gerakan Desa Membangun dari awal berdiri sampai dengan seperti sekarang. Tentuntanya dengan adanya riset dari para mahasiswa Fisip UGM jurusan ilmu komunikasi ini akan menambah pengalaman dan masukan bagi desa-desa yang tergabung didalam GDM itu sendiri, baik dari isi konten, sumber berita yang di dapat, sejauh mana manfaat website bagi desa, dan yang lebih penting bahwa jurnalisme warga adalah mewakii suara warga sehingga jelas akan berbeda dengan jurnalis profeisonal.

Gerakan Desa Membangun di wilayah Banyumas tepatnya berdiri pada 24 Desember 2011 di Desa Melung sampai saat ini telah menyedot perhatian bagi desa-desa yang ada di Jawa Tengah, tidak hanya desa-desa saja yang penasaran dengan gerakan desa membangun akan tetapi para pengambil kebijakan publik, akademisi, mahasiswa ikut memperhatikan perkembangan dan apa sebenarnya yang dilakukan oleh Gerakan Desa Memabangun.Sehingga ketika Gerakan Desa Membangun menjadi perhatian para pihak ini sebagai momentum untuk lebih banyak bukti yang bisa dilakukakn oleh para jaringan gerakan desa membangun untuk bisa mempunyai manfaat bagi desa-desa dari sisi informasi dan komunikasi sebagai tolak ukur untuk menuju tata kelola pemerintah yang baik dengan dukungan teknologi sebagai sarana memyampaikan berita tentang desa.Ini gerakan yang lahir dari sebuah keprihatinan desa akan sebuah kesenjangan informasi maupun komunikasi sehingga membuat desa-desa dapat bersuara, mengelola secara baik sehingga harapanya dapat melakukan perubahan sosial yang benar-benar lahir dari kemsampuan masyarakat akar rumput untuk mengorganisir diri.

Yang harus disadari oleh para jaringan gerakan desa membangun yang mayoritas adalah desa-desa di beberapa kabupaten di Indonesia adalah bagaimana nantinya bisa melakukan perubahan sosial melalui kepemimpinan gagasan untuk dapat disebarkan pada masyarakat sebagai rujukan. Harus di sadari juga bahwa perubahan sosial salah satunya lahir karena komunikasi.Kunjungan mahasiswa berakhir pada hari jum`at setelah mengunjungi desa Pancasan sebagai desa tujuan terakhir riset.

(Dibaca total 54 kali, dibaca 1 kali hari ini)