Dinas Kesehatan sedang menilai administrasi FKD

Karangnangka- Forum Kesehatan Desa (FKD) Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Banyumas, Senin 28/10 dinilai oleh Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas sebagai salah satu dari sepuluh desa yang masuk menjadi Desa Siaga Aktif.

Tim dari Dinas Kesehatan terdiri dari tujuh orang yang nantinnya akan menilai dari kritreria yang berbeda untuk memilih tiga desa terbaik dan akan mewakili Kabupaten Banyumas dalam lomba Desa Siaga Aktif tingkat provinsi Jawa Tengah.

Desa Siaga itu sendiri adalah suatu kondisi masyarakat tingkat desa yang memiliki kemampuan dalam menemukan permasalahan yang ada dan kemudian merencanakan dan melakukan pemecahanya sesuai potensi desa yang dimilikinya serta selalu siap siaga dalam menghadapi masalah kesehatan, bencana serta kegawat dauratan secara mandiri.

Desa yang mempunyai Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) atau Upaya kesehatan bersum berdaya Masyarakat (UKBM) lainnya yang buka setiap hari dan berfungsi sebagai pemberi pelayanan kesehatan dasar, penanggulangan bencana dan kegawatdaruratan, surveilance berbasis masyarakat yang meliputi gizi, penyakit, lingkungan dan perilaku sehingga masyarakatnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) itu yang ada pada desa Karangnangka sehingga bisa menjadi sepuluh besar di Kabupaten Banyumas.

Dalam hal ini peranan tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat diperlukan agar masyarakat mau menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Jafar Aerudin (48) Kepala Desa Karangnangka mengatakan,” masyarakat Karangnangka benar-benar sudah menyadari akan arti penting hidup bersih,ini terbukti dengan dinilainya Desa Siaga Aktif, setidak-tidaknya sudah ada bukti nyata dari masyarakat dalam mengubah pola akan bersih sehat tersebut ”katanya

Tentunya ini juga tidak lepas dari pada peran bidan desa karena bidan desa sebagai orang yang tahu persis akan kesehatan serta sebagai agen perubahan dalam hal kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

Sedang Bambang Margono Kabag Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Banyumas menjelaskan,” bahwa lomba ini tujuannya ingin melihat langsung sejauh mana pemberdayaan kesehatan ditingkat desa, walaupun tentunya tiap desa akan berbeda cara pemberdayaannya,anggap saja kegiatan ini lebih kearah pembinaan sehingga kalau ada yang kurang akan kami berikan bimbingan agar kedepanya lebih baik,” jelasnya.

(Dibaca total 89 kali, dibaca 1 kali hari ini)