Kades dan BPD mendengarkan pemaparan program pamsimas

Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng, Sabtu 26/10 bertempat di Aula Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Banyumas mengikuti sosialisasi Program air minum sanitasi berbasih masyarakat (Pamsimas) tahap dua untuk tahun anggaran 2014. Pamsimas sendiri masih berlanjut untuk tahun 2013 sampai dengan 2016, sedangkan untuk Kabupaten Banyumas dimulai sejak tahun 2008 sampai tahun 2012 sebagai tahap satu.

Sosialisasi ini diikuti oleh tiga puluh desa beserta lembaga desa yang ada di Kabupaten Banyumas, tujuan dari program pamsimas meningkatkan jumlah warga masyarakat (kurang terlayani)termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah perdesaan dan peri-urban yang dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan, meningkatkan penerapan nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka pencapaian target MDGs (sektor air minum dan sanitasi) melalui pengarusutamaan dan perluasan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat.Untuk wilayah Kedungbanteng di beri kesempatan untuk mengajukan yaitu Karangnangka, Baseh, Kedungbanteng dan Kebocoran.

Tentunya program ini menggunakan indikator tidak sebatas siapa yang mengajukan proposal terus di setujui ada beberapa tahapan yang harus dilaksanakan oleh tiap desa sebelum mengajukan proposal seperti sosialisasi tingkat desa ini dikarenakan masyarakat harus tahu akan adanya program pamsimas tahap dua, penyususnan panitia tingkat desa sampai pembuatan proposal yang dibuat oleh tim.

Dalam program ini diperuntukan untuk desa yang belum pernah menjadi lokasi pamsimas baik untuk perluasan, pengembangan maupun optimalisasi, akan tetapi bagi desa yang sudah pernah menjadi lokasi pamsimas tetap akan mendapat kesempatan melalui Hibah Insentif Desa (HID) atau Hibah Intensif Kelurahan tentunya dengan syarat dan ketentuan.

Dalam penyampaikan pokok-pokok perubahan materi pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis program pamsimas dua Kepala sub bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Bappeda Joko Purwoko Suranto, ST,MT mengatakan,” bagi desa-desa yang hadir dalam sosialisasi akan tetapi tidak mau mengajukan proposal tidak menjadi masalah, karena semua ini keputusan ada pada masyarakat bukan pada kepala desa beserta lembaga yang ada di tingkat desa,” katanya.

Sehingga perlu di sosialisasikan pada masyarakat terlebih dahulu, jangan dipaksakan kalau memang justru menambah permasalahan ditingkat desa kaitannya dengan pendanaan yang harus swadaya sebanyak 20% dengan pembagian 4% in cas dan 16% in kind artinya harus ada swadaya ditingkat masyarakat 4% dana kas dari dana total anggaran dan yang berbentuk tenaga maupun material sebanyak 16%,” imbuhnya.

Kreteria desa penerima program pamsimas jelasb belum pernah mendapatkan program Pamsimas, cakupan akses air minum aman di bawah target nasional MDGs 2015 (68.87%), cakupan akses sanitasi aman di bawah target nasional MDGs 2015 (62.41%), Prevalensi penyakit diare (atau penyakit yang ditularkan melalui air dan lingkungan) tergolong tinggi berdasarkan data Puskesmas, Memenuhi biaya per penerima manfaat yang tidak lebih dari Rp 340 ribu per jiwa, diutamakan bagi yang memiliki jumlah penduduk minimal 800 jiwa, adanya pernyataan kesanggupan masyarakat untuk: Menyediakan Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) bidang AMPL (selanjutnya disebut dengan Kader AMPL) minimal 1 orang, menghilangkan kebiasaan Buang Aair Besar Sembarang (BABS). Untuk target program pamsimas sendiri di Kabupaten Banyumas untuk tahun 2014 sebanyak delapan desa.

(Dibaca total 112 kali, dibaca 1 kali hari ini)