Kesenian Calung yang masih eksis di tengah modernisasi

Kesenian Calung banyumas merupakan kesenian tradisional kerakyatan yang mewarnai kehidupan masyarakat , kesenian ini bermanfaat bagi kehidupan masyarakat seperti bersih desa, sebagai pelengkap upacara hari besar, sebagai hiburan dan juga media pendidikan.
Sebuah karya seni diciptakan manusia sebagai bentuk ekspresi budaya dan merupakan ungkapan sosialnya, sehingga karya seni diciptakan oleh manusia tidak hanya untuk kepentingan dirinya sendiri sendiri tetapi juga untuk kebutuhan orang lain.

Calung merupakan budaya masyarakat baik yg bernilai historis maupun religi dinilai belum sepenuhnya digali. Bahkan ada sejumlah kesenian yang dinilai cukup unik dan dilakukan di masyarakat biasanya muncul bersamaan dengan acara tujuh belasan maupun menyambut tamu dalam kegiatan desa.

Masih banyak kesenian yang belum di gali salah satunya calung ,” ujar Warsono salah satu anggota calung Bambu Laras Desa Karangnangka Kedungbanteng di sela-sela pentas calung untuk menyambut tim penilai dari Kementerian PU.

Demikin juga dengan pengiat kesenian yag kini mati suri karena nyaris tidak ada regenerasi. Sebab menurutnya masyarakat sudah beralih ke tontontonan yg lebih menghibur. Sedang kesenian calung dan penampilan kelompok seni tradisional lebih mengedepan edukasi agamis dan nilai luhur yang simbolik sehingga dengan semakin majunya jaman seolah-olah calung ketinggalan jaman. Harus disadari kesenian calung pernah dipakai oleh Sunan kalijaga sebagai media dakwah agar kaum muda rajin ke masjid.

Menurutnya jika atraksi budaya ditunjang dengan keberadaan kelompok kesenian bisa saja menjadi obyek wisata yang baru. Dengan begitu pemerintah tidak harus mengandalkan obyek alam yang justru kurang tergarap maksimal.

Sebenarnya masyarakat tidak perlu membuat atraksi atau kesenian yang baru. Masih ada seni yang memang belum dimaksimalkan sebagai penarik .” ujarnya

Dia mencontohkan seni calung ini yang hampir setiap ada kegiatan pasti dipakai sebagai pengisi acara atau menyambut tamu walau jaman berubah tapi Calung Bambu Laras Desa Karangnangka tak lekang oleh modernisasi.

Kedepanya perlu dipikirkan agar generasi penerus kesenian Calung tetap eksis dalam menghadapi perkembangan zaman.

(Dibaca total 48 kali, dibaca 1 kali hari ini)