Camat Kedungbanteng dalam sambutan lomba Daerah Irigasi Tingkat Nasional

Karangnangka- Sejauh mana partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Daerah irigasi dan sebagai apresiasi pemerintah, bertempat di kawasan pintu air Slis Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng kabupaten Banyumas,Selasa 22/10 Daerah Irigasi (DI) Karangnangka mewakili UPT Pengairan Purwokerto di nilai tim Nasional dari Kementerian PU dalam lomba Perangkat Kinerja Pemerintah Daerah PU (PKPDPU) sub bidang sumber daya air tingkat nasional.

Daerah Irigasi (DI) Karangnangka pertama dibangun pada jaman Belanda dan mengalami perbaikan di tahun 1985 sedang bendung utama Karangnangka di bangun 1995.

Sedangkan lokasi Daerah irigasi Karangnangka dibawah kewenangan pemerintah kabupaten Banyumas dalam hal ini dinas SDABM sedangkan sumber airnya berasal dari sungai banjaran.

Jaringan Irigasi Karangnangka atau Bendung Karangnangka untuk mengairi 555 hektare lahan pertanian lima desa meliputi, Desa Karangnangka, Beji, Karangsalam, Kebocoran dan Pasir Wetan.

Bendung dengan lebar 23 meter dan panjang tanggul banjir 71 meter yang di bawahnya di bagi menjadi dua saluran yaitu saluran induk 224 meter saluran sekunder gunung dengan panjang 1100 meter dengan kapasitas debit 0,50 m3 per detik dan saluran lebak (kali wates) dengan panjang saluran 4400 meter.

Dalam penilaian ini tidak lepas dari peranan Perkumpulan Petani Pengguna Air Dadi Makmur dan partisipasi masyarakat desa Karangnangka dalam pengelolaan saluran irigasi tersebut sehingga DI Karangnangka sebagi wakil UPT pengairan Purwokerto.

Menurut Kepala seksi pembinaan dan pengelolaan irigasi Kabupaten Banyumas,” dalam lomba ini salah satu yang dinilai adalah sejauh mana peranan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan saluran irigasi dan sejauh mana program yang ditentukan sudah berjalan baik apa belum,” jelasnya.

Berbicara peranan masyarakat dalam pengelolaan irigasi perlu diatur dengan benar menurut pola kelembagaan yang berlaku dalam kehidupan tradisional desa masing-masing, karena irigasi bagian integral dan esensial dari kehidupan desa. Struktur kehidupan desa tidak lengkap tanpa juga mengatur sistem pengelolaan dan penggunaan air dengan baik. Sebagai salah satu pokok dalam kehidupan air tidak hanya diperlakukan bagi pengairan sawah tetapi juga berbagai macam keperluan kehidupan di pedesaan termasuk untuk kolam ikan, air minum, mandi, cuci dan jamban.

Bagaimana masalah air baru dirasakan dan mencuat pada waktu jumlanya menjadi berkurang karena kemarau atau menjadi melimpah karena banjir dan tanggul jebol. Fungsi dan peranan kelembagaan dalam pengaturan irigasi ini terutama muncul ketika di perlukan, sementara jika berjalan normal dan kebutuhan pokok akan air terpenuhi peranan kelembagaan jadi pasif, Perhatian lalu diarahkan pada tuntutan-tuntutan mendesak lainnya dari kehidupan pedesaan.

Penguatan kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) penting sehingga ketika jumlah air maupun ketika air melimpah kelembagaan tetap mempunyai fungsi yang sama tidak berjalan hanya mengikuti musim maupun menyelesaikan permasalahan mengenai air yang biasa terjadi ketika warga saling berebut air saat kemarau.

Penilaian tersebut di hadiri Dinas SDABM Kabupaten Banyumas, Kepala UPT Pengairan Purwokerto, Camat Kedungbanteng, Kepala Desa Karangnangka, Tim Pendamping Masyarakat untuk Irigasi, ulu-ulu dan kelompok tani desa Karangnangka.

(Dibaca total 206 kali, dibaca 1 kali hari ini)