Pembentukan Anggota BPD Desa Karangnangka

Karangnangka-Rabu, 11/9 malam bertempat di Joglo Wirayuda Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng telah berlangsung pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk periode tahun 2013 sampai 2019 sebanyak tujuh orang dari berbagai unsur .

Dengan berakhirnya masa jabatan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode 2007 sampai 2013, maka pemerintah desa harus membuat BPD baru demi kelancaran pemerintahan desa dalam menjalankan roda pemerintahan.

Sesuai Peraturan Bupati Banyumas nomor 09 Tahun 2007 tentang tata cara pembentukan, penetapan, peresmian dan pelantikan Badan Permusyawaratan Desa setiap desa harus menetapkan anggota BPD apabila masa bakti BPD terdahulu sudah habis.

Tentunya semua ini harus melalui proses sesuai aturan yang berlaku dan tidak menyimpang dari peraturan bupati.

Sedangkan para calon diusulkan dari masing-masing kadus berdasarkan ketentuan seperti unsur Ketua Rukun Tetangga (RW), unsur pemangku adat, unsur golongan profesi, unsur pemuka Agama dan unsur Tokoh atau pemuka masyarakat lainya sebanyak-banyaknya dua orang. Dari dua kadus yang digabung untuk di pilih menjadi calon anggota BPD desa Karangnangka ada empat belas calon karena untuk unsur pemangku adat tidak ada yang seharusnya kalau semua unsur ada maka akan ada enam belas calon BPD.

Proses pemilihan tersebut berdasarkan suara terbanyak dari masing-masing unsur yang dicalonkan untuk menjadi anggota BPD periode 2013-2019 yang dipilih oleh masyarakat.

Bagi desa yang tidak terdapat pemangku adat maka atas musyawarah peserta rapat pemangku adat bisa digantikan dari unsur lainya.

Setiap wilayah kadus akan mendapat kuota anggota BPD berdasarkan jumlah jiwa yang ada, dalam pemilihan BPD Desa Karangnangka kadus satu akan ada empat calonnya yang terpilih karena penduduknya lebih banyak di banding kadus dua. Pembentukan BPD baru ini ditetapkan dengan cara musyawarah dan mufakat oleh peserta musyawarah dari para calon yang telah diajukan oleh masing-masing dusun dengan memperhatikan keterwakilan unsur-unsur.

Musyawarah pembentukan BPD dinggap sah apabila dihadiri sekurang-kurangnya 50% ditambah satu dari jumlah peserta yang diundang, dalam pemilihan ini peserta yang hadir 61 orang dari 75 orang yang diundang sehingga pembentukan BPD hanya satu kali putaran dan dianggap sah.

Dari pembentukan anggota BPD terpilih tujuh orang yaitu Kasworo, Sungeb, Solekhan, Wajib alwi, Khanafi, Ruslan Wahyono, Parno yang nantinya akan diusulkan pada Bupati untuk kemudian dilantik sebagai anggota BPD tetap periode 2013-2019 Desa Karangnanka. Bagi yang tidak terpilih mereka disiapkan untuk anggota BPD penganti antar waktu jika sewaktu-waktu ada anggota BPD yang sudah dilantik mengundurkan diri atau diberhentikan.

Fathul Qorib (44) salah satu undangan menyampaikan,” dengan terpilihnya angggota BPD yang baru diharapkan bisa menjembati antara pemerintah desa dan masyarakat, untuk kemajuan desa tanpa melihat golongan maupun perbedaan karena kita ini pada dasarnya menghendaki keselarasan dalam dinamika bermasyarakat,” katanya.

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pada dasarnya adalah bukan lawan tanding dari pemerintah desa ataupun sebaliknya akan tetapi lawan sanding untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang timbul di masyarakat untuk kemajuan bersama agar desa berdaya dan maju.

Hadir dalam pembentukan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kasi Pemerintahan Kecamatan Kedungbanteng, Kepala Desa Karangnangka beserta perangkat desanya, para ketua RW, RT, tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat umum.

(Dibaca total 31 kali, dibaca 1 kali hari ini)