Kolam Budidaya Induk Gurameh

Karangnangka merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah, desa nomor tiga di bawah lereng Gunung slamet bagian Selatan berada pada ketinggian 475 dari permukaan laut ( dpl ) dan luas wilayah 179 ha dengan jumlah penduduk mencapai 3951 jiwa. Secara geografis desa Karangnangka di kelilingi dua sungai yaitu sunga Banjaran sebelah Timur desa yang berbatasan dengan desa Kebumen Kecamatan Baturraden dan sungai Jengok berada di Barat desa yang berbatasan dengan desa Keniten sehingga ini sangat menguntungkan sekali bagi masyarakat Karangnangka terutama sumber daya airnya yang melimpah.

Penduduknya mayoritas sebagai petani dan buruh tani mereka memanfaatkan potensi sumberdaya air untuk pertanian maupun perikanan, sehingga tidak heran untuk desa Karangnangka banyak warganya yang mempunyai kolam perikanan mengingat airnya begitu baik dan lancar sehingga ini memunculkan banyak petani Ikan dengan berbagai ukuran, terutama mereka membudidayakan ikan Guramejenis indukan untuk di ambil telornya sebagai komoditas ada juga yang budidaya pembesaran serta konsumsi untuk dipasarkan.

Kalau Beji sudah terkenal sebagai pusat Ikan Gurame sebenarnya tidak lepas dari petani Gurame Karangnangka sebagai pemasok terbesar sedangkan Beji sebagai distributor terbesar hasil dari kiriman desa-desa lain ataupun warga Beji mencari diluar Kecamatan Kedungbanteng ke wilayah lain untuk memenuhi pesanan sehingga Beji terkenal dengan pusat guramenya, mesti tidak menutup bahwa warga Beji juga ada yang budidaya akan tetapi relatif sedikit di banding Karangnangka.

Berbagai ukuran mulai dari telor, biji oyong, korek api atau bungkus rokok itulah yang di budidayakan oleh para petani ikan Gurameh desa Karangnangka.

Pada dasarnya teknologi budidaya ikan Gurame sudah sangat di kuasai oleh masyarakat baik pada tahap pembenihan maupun pembesaranya. Walaupun Gurame ikan yang memiliki pertumbuhan agak lambat namun harganya relatif naik setiap saat. Hal inilah yang membuat warga Karangnangka baik orang tua maupun yang muda melirik menjadi petani budidaya ikan Gurame karena memang hasilnya mengiurkan.

Telor Gurame : Komoditas yang menjanjikan

Dengan kondisi itulah Desa Karangnangka dengan Keputusan Bupati Banyumas No.523/673/2008 tentang Perubahan Atas Keputusan Bupati Banyumas Nomor 523/241/2008 tentang Penetapan Lokasi Program Pengembangan Kawasan Minapolitan Kabupaten Banyumas tahun 2009-2014 desa Karangnangka menjadi salah satu desa Kawasan Minapolitan bersamaan dengan Beji,Karangsalam dan kebocoran.

Akan tetapi dalam ketetapan kawasan minapolitan kecamatan Kedungbanteng sebagai pusat pembenihan sehingga empat desa Karangnangka, Beji, Karangsalam, Kebocoran yang masuk dalam kawasan minapolitan mempunyai peranan sebagai pemasok benih pada daerah atau kecamatan lain.

Keterpaduan atau dukungan lintas sektoral yang berbasis sumberdaya lokal dan komoditas unggulan mensinergikan berbagai potensi yang ada, mendorong sistem agribisnis yang digerakan dan difasilitasi pemerintah. Melayani mendorong, menarik, menghela kegiatan pembangunan perikanan diwilayah sekitanya merupakan kebijakan pengembangan kawasan minapolitan.

Petani memanen benih Gurame

Sebagai desa kawasan minopolitan tentunya ada konsekwensinya yaitu harus bisa memnuhi target yang di harapkan sebagai pemasok, untuk itu target produksi Gurame konsumsi desa karangnangka untuk tahun 2010-2014 harus bisa memenuhi 47,5 ton per tahun intensifikasi. Sedangkan terget produksi gurame benih ukuran 2-3 cm harus mencapai 5.000.000 ekor per tahun dan benih ukuran 3-5cm 3.44.000 ekor serta benih ukuran bungkus rokok 2,48.000 ekor untuk desa Karangnangka di tahun 2010-2014.

Konsep minapolitan harus melibatkan seluruh komunitas yang berada di dalamnya. Tujuan konsep minapolitan adalah untuk mendorong percepatan pengembangan wilayah dengan kegiatan perikanan sebagai kegiatan utama dalam meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat.

Berdasarkan issue dan permasalahan pembangunan perdesaan yang terjadi, pengembangan kawasan minapolitan merupakan alternative solusi untuk pengembangan wilayah (perdesaan). Kawasan minapolitan disini diartikan sebagai sistem fungsional desa-desa yang ditunjukkan dari adanya hirarki keruangan desa yakni dengan adanya pusat minapolitan dan desa-desa disekitarnya membentuk kawasan minapolitan. Disamping itu, kawsan minapolitan ini juga dicirikan dengan kawasan perikanan yang tumbuh dan berkembang karena berjalannya sistem dan usaha minabisnis dipusat minapolitan yang diharapkan dapat melayani dan mendorong kegiatan-kegiatan pembangun perikanan (minabisnis) diwilayah sekitarnya.

Kawasan Minapolitan di harapkan mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian wilayah dalam sektor perikanan serta mampu mencukupi kebutuhan ikan dalam skala regional dan nasional.

Ikan Gurame dipandang salah satu ikan bergensi budidayanya relatif gampang

(Dibaca total 103 kali, dibaca 1 kali hari ini)