wong ndeso mainan teknologi informasi

Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi di Perdesaan

Pemerintah Desa Karangnangka akan selenggarakan Workshop Redaktur Website dan Pelayanan Publik di Desa, Sabtu (29/6/2013). Acara berlangsung di Balai Desa Karangnangka, Jalan Raya Karangnangka No 1, Kedungbanteng, Banyumas mulai pukul 09.00-17.00. Acara ini terselenggara atas kerjasama Pemerintah Desa Karangnangka, Gerakan Desa Membangun (GDM), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Purwokerto, dan Blogger Banyumas.

Selama acara peserta akan terbagi dalam dua kelas, yaitu kelas redaktur website desa dan kelas penyelenggaraan pelayanan publik. Workshop dilatarbelakangi kondisi desa desa acapkali identik dengan kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan, minim infrastruktur, hingga pelayanan publik yang buruk.

Menurut Ketua Panitia, Kodirin, desa memiliki modal besar untuk mendorong upaya-upaya perubahan sebab di desa ada tradisi tolong-menolong, persaudaraan, dan gotong-royong. Desa Melung dan Desa Dermaji di Banyumas dan Desa Mandalamekar di Tasikmalaya menunjukkan bahwa desa mampu melakukan perubahan sosial yang signifikan untuk mendorong perubahan yang lebih luas.

“Sayang, konsep pembangunan yang dianut pemerintah cenderung menempatkan desa sebagai objek semata. Kewenangan desa untuk merencanakan, melaksanakan, dan menilai pembangunan di wilayahnya terus dikerdilkan,” jelas Kodirin.

Workshop Redaktur Desa

Bagi Kodirin, kemunculan website desa memberikan harapan baru bagi desa untuk menuliskan pengalaman, sumber daya, dan kekayaan pengetahuan secara mandiri. Pewartaan warga memungkinkan desa memberitakan hal-hal yang selama ini tak muncul dalam media-media arus utama soal desa. Singkatnya, website desa menjadi media bagi masyarakat desa untuk mempublikasikan isu-isu seputar dunia perdesaan

“Lewat website Karangnangka, kami terus membicarakan tata kelola sumber daya desa secara mandiri. Ada pengembangan ekonomi warga, menggali potensi, dan membangun jaringan kerja dengan banyak pihak,” lanjut Kepala Dusun II Karangnangka itu.

Workshop Redaktur Website Desa merupakan tindaklanjut kerjasama GDM dengan AJI Kota Purwokerto untuk mengingkatkan kemampuan keredaksian. Peserta workshop ini terdiri dari para warga desa yang selama ini mengelola pemberitaan atau menjadi redaktur di website desa.

Untuk mendongkrak konten-konten atau isu perdesaan dibutuhkan strategi bermedia yang baik. Ketua AJI Puwokerto, Aris Andrianto, mengatakan selama workshop, para redaktur akan berlatih mempublikasikan peristiwa, potensi, gagasan, dan harapan masyarakat desa secara apik dan komunikatif.

“Informasi yang terkemas dan terdistribusikan dengan baik akan mendorong simpati publik pada isu-isu perdesaan,” ujarnya.

Workshop redaktur website juga membahas penentuan indikator materi yang layak dipublikasikan dan teknik mengemas informasi yang menarik. Peserta juga akan diajak untuk memenej tim redaksi untuk menghasilkan kualitas materi website desa.

Pelayanan Publik Prima

Selama ini, pelayanan publik di desa acapkali dipahami sebagai kegiatan unit administrasi terbawah dalam tata pemerintahan di Indonesia. Pemahaman itu tak bisa disalahkan sebab pada kenyataannya sebagian besar jenis pelayanan publik di desa merupakan rangkaian dari pelayanan publik oleh pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Bagi SB Margino, Perangkat Desa Melung, penyelenggaraan pelayanan publik harus mengacu Undang-Undang No 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Selanjutnya, kebijakan itu dirincikan dalam Peraturan Pemerintah No 96 tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang No 25 tahun 2009.

“Tata layanan publik di desa kami mencoba memperhatikan ketersediaan informasi tentang prosedur, tata cara pelayanan yang jelas, dan biaya administrasi yang sesuai,” jelasnya.

Sebagian besar pelayanan publik di desa merupakan kelompok layanan yang bersifat administratif, seperti surat keterangan lahir dari kepala desa untuk syarat pengurusan akta kelahiran, pengesahan kepala desa dalam blangko formulir untuk pengurusan KTP, pernikahan, dan Surat Keterangan Kelakuan Baik dari Kepolisian.

Desa Melung tengah berupaya untuk menyelenggarakan tata layanan publik secara prima melalui dukungan aplikasi Mitra Desa. Sistem tersebut dikerjakan oleh para programmer terbaik bangsa dan bisa didapatkan secara gratis sebagai dukungan para pekerja teknologi informasi dan komunikasi bagi terciptanya tata pemerintahan yang baik dan bersih.

Bagi desa-desa yang ingin mengikuti acara ini silakan mengunduh Panduan Acara dan memberitahukan kedatangannya melalui email panitia: pemdeskarangnangka[at]gmail.com atau kontak twitter di @karangnangka1 atau @dirinjagabaya.

(Dibaca total 60 kali, dibaca 1 kali hari ini)