Karang Taruna Sedang Belajar Membuat PIN

Karangnangka– Bertempat di Aula SMK Negeri 1 Purwokerto Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Banyumas mengadaka Bimbingan Teknis Manajement Usaha Ekonomi Produktif bagi Karang Taruna dan Pekerja sosial Masyarakat (PSM).

Peserta yang hadir sebanyak 139 terdiri dari Karang Taruna dan PSM dalam Wilayah Kabupaten Banyumas, dan tidak ketinggalan untuk desa Karangnangka juga menyertakan dua orang Karang Taruna dan dua orang Pekerja Sosial Masyarakat untuk mengikuti kegiatan tersebut selama tiga hari yang dimulai Rabu, 23-25/5.

Materi yang diberikan meliputi administrasi keuangan, analisa usaha, instrument perangkat lunak disamping pelatihan pembuatan PIN maupun mencetak gambar di Mug yang tentunya ini sebagai modal ketrampilan bagi peserta karena sudah ada sumber daya manusianya tinggal bagaimana mengembangkannya untuk menjadi sebuah usaha yang produktif ditingkatan desa nantinya.

Karang Taruna sebagai wadah generasi muda tidak harus melupakan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan, kelak mereka harus produktif secara ekonomi untuk mendukung kehidupanya di samping membuka peluang kerja bagi anggotanya sehingga kegiatan tersebut menjadi cikal bakal terbentuknya kesempatan kerja yang lebih luas.

Bentuk daripada Usaha ekonimi produktif itu sendiri yaitu berbagai macam usaha yang tergabung dalam KUBE (kelompok Usaha Bersama) dan tiap kelompok biasanya terdiri dari 10 sampai 20 orang per kelompok. Usaha yang dijalan disesuaikan dengan potensi lingkungan dan ketrampilan yang dimiliki oleh pengurus atau anggota, sehingga nantinnya bisa meningkatkan kualitas hidup anggota Karang Taruna dan Pekerja Sosial Masyarakat, meningkatkan peran masyarakat sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, daya saing dan peningkatan pendapatan masyarakat berpenghasilan rendah ketika suatu usaha yang dilakukan Karang Taruna dan PSM berkembang di masyarakat.

Banyak jenis sebetulnya yang dapat dilakukan oleh Karang Taruna dan PSM seperti perdagangan yang meliputi hasil bumi, produk olahan, jasa seperti pengelolaan listrik on line, air bersih, bengkel, percetakan dan sablon. Sedangkan kalau peternakan dan pertanian bisa perikanan, peternakan unggas maupun peliharaan hewan lainya tetapi karena kita hidup di negara agraris bisa juga melakukan usaha tanaman pangan.

Kalau sudah sumber daya manusia dan potensi tersedia tinggal bagaimana kita mendapatkan modal usaha tersebut untuk mendukung semua itu berjalan tentunya tidak kalah pentingya yaitu modal usaha yang bisa didapat dari swadana anggota atau pengurus Karang Taruna dan PSM dalam bentuk iuran maupun pinjaman dapat juga modal yang diberikan oleh mitra, baik perorangan maupun perusahaan.

Untung (21) anggota Karang Taruna Taruna Karya 6 desa Karangnangkam menyampaikan “ Kita sebagai generasi pemuda memang sudah saatnya memiliki ketrampilan untuk dapat dimanfaatkan sebagai bekal dalam berorganisasi yang tentunnya diharapkan dapat memberikan manfaat ataupun lapangan pekerjaan pada masyarakat, untuk ikut serta dalam penangganan masalah sosial” katanya

Dalam berorganisasi juga harus memikirkan bagaimana organisasi dapat memberikan lapangan pekerjaan maupun ketrampilan bagi anggotanya sehinggan dapat berkelanjutan sebagai peran serta kita terhadap desa terutama dalam masalah yang banyak terjadi yaitu Penerima Manfaat Kesejahteraan Sosial yang tentu harus mempunyai sumber dana, dan saya sangat sepakat ketika kita mempunya ketrampilan untuk bisa mempunyai usaha yang produktif apalagi kalau usaha ini berimbas pada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan. Dengan bimbingan teknis yang saya ikuti ini menjadikan kita semakin terbuka pada usaha ekonomi produktif “ ujar Miftah Hidayat (40) anggota PSM desa Karangnangka .

(Dibaca total 66 kali, dibaca 1 kali hari ini)