Anak -anak tengah asik nonton Film Lokal di acara Layar Tanjleb yang diselenggarakan oleh CLC Purbalingga. (sumber foto : CLC)

KARANGNANGKA – Dunia hiburan diera modern telah mengalami perubahan, baik dari sisi materi maupun media. Dulu, film hanya bisa disaksikan digedung – gedung bioskop, namun kini, seiring dengan perkembangan jaman, film bisa tonton dengan mudah melalui beragam media dari televisi hingga internet.

Selain ditonton melalui gedung bioskop, masyarakat Banyumas juga mengenal Layar Tanjleb, sebuah budaya pemutaran film di lokasi terbuka. Sebelum tahun 90-an Layar Tanjleb sangat dikenal oleh masyarakat Desa Karangnangka, seperti diungkapkan oleh Apriliana Puspitasari, anggota Karangtaruna Karya 6. Bioskop Layar Tanjleb sangat berkesan bagi masyarakat, selain karena kualitas filmnya bagus juga saat itu belum banyak hiburan,”imbuahnya.

Melalui budaya Layar Tanjleb, masyarakat tidak hanya mendapatkan tontonan tapi juga pendidikan. Efek sosial yang dirasakan adalah kuatnya rasa kebersamaan antar warga. Seperti menjadi pengetahuan bersama, media televisi kini menjadi pilihan utama masyarakat untuk mendapatkan hiburan. Selain murah, juga banyak ragamnya, mulai dari film anak hingga dewasa, infotainment, berita sampai tontonan yang bersifat mistis. Dengan kemudahan mendapatkan hiburan melalui televisi bukan berarti semuanya memiliki dampak positif. Tidak sedikit tontonan televisi yang berpengaruh kurang baik bagi masyarakat, misalnya berita kekerasan, gosip dan tayangan yang kurang sejalan dengan budaya Indonesia. Dampak yang lebih parah adalah menurunnya kreatifitas masyarakat perdesaan karena hampir sebagian besar materi tontonan tidak mencerminkan situasi yang sesungguhnya. Akibatnya, masyarakat menjadi senang berhayal diluar daya jangkau dan kemampuannya.

Melihat situasi tersebut, Pemuda Desa Karanangka yang tergabung dalam Karangtaruna Karya 6 mencoba untuk mengatasi masalah ini dengan membudayakan kembali pemutaraan film melalui Layar Tanjleb. “Kami prihatin dengan masalah ini, kami senang ada pihak CLC Purbalingga yang mau peduli dengan kelestarian seni dan budaya Banyumasan,” tutur Yono, Ketua Penyelengara Layar Tanjleb. Pemutaran Layar Tanjleb yang akan diadakan nanti malam, Rabu 8 Mei 2013 di Lapangan Desa Karangnangka juga menjadi bagian dari rangkaian besar Festival Film Purbalingga 2013 untuk sesi bioskop keliling kampung,” terangnya.

Menurut keterangan Nangki, Ketua Penyelenggara Festival Film Purbalingga 2013, pemutaran film di Desa Karangnangka merupakan satu dari 15 rangkaian pelaksanaan Layar Tanjleb di 4 Kabupaten. Di Karangnangka, akan diputar 4 film pendek dan 1 film panjang karya sineas muda Purbalingga. Program Layar Tanjleb kami adakan untuk menghibur masyarakat sekaligus memberikan pembelajaran dalam memahami realitas kehidupan melalui media film,”imbuhnya.

Dengan menonton film lokal, diharapkan akan muncul ide dan gagasan untuk mengangkat potensi desa mulai dari kesenian, pertanian, perikanan dan keragaman budaya. Karena sesungguhnya, melestarikan pemikiran dan perilaku nenek moyang adalah usaha yang mulia. (Sungging Septivianto)

 

 

(Dibaca total 64 kali, dibaca 1 kali hari ini)