Suasana masa Kampanye di salah satu sudut Desa Karangnangka

KARANGNANGKA – Pesta demokrasi Desa Karangnangka melalui pemilihan Kepala Desa tinggal menghitung hari. Gegap gempita persiapan yang dilakukan oleh panitia pemilihan, panwas dan calon Kepala Desa telah menghiasi setiap sudut kampung. Dari rapat – rapat resmi sampai perbincangan warung kopi semua membahas topik yang sedang hangat, yaitu Pilkades.

Menurut keterangan Lasam Samsul Hadi, Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Karangnangka , Pilkades kali ini memang berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya. Dulu setiap calon harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk maju dalam kontes pilkades, tapi kini dengan berbekal wawasan dan keberanian bisa maju menjadi calon kades. Hal tersebut sangat dimungkinkan karena tahun ini dan tahun – tahun mendatang panitia, panwas dan masyarakat berkomitmen membuat kebijakan biaya Rp. 0,- bagi pencalonan kades,” imbuhnya.

Seperti telah diketahui bersama, ditahun 2013 ini sebagian besar desa – desa di Kecamatan Kedungbanteng memiliki agenda pergantian kepemimpinan atau biasa disebut Pilkades. Sudah menjadi pemahaman banyak orang khususnya masyarakat perdesaan bahwa pilkades pasti selalu menjadi ajang pertarungan “uang” dan calon Kepala Desa seolah – olah hanya dijadikan “wayang”. Padahal Kepala Desa adalah sosok pemimpin desa yang memiliki tanggung jawab besar untuk membawa masyarakat kearah kehidupan yang lebih baik. Jika prosesnya sudah kotor dan penuh angkara murka maka perjalanan menuju desa yang sejahtera, mandiri dan berdaulat tentu akan banyak menemui kendala.

Untuk mencegah terjadinya praktek – praktek penodaan terhadap demokrasi desa, segenap elemen masyarakat bahu membahu menyusun rencana aksi dari mulai mengaktifkan siskamling hingga menyusun rencana dialog terbuka calon Kepala Desa. ”kami sebagai generasi muda merasa prihatin dengan praktek demokrasi dimasa yang lalu, oleh karena itu kami merencanakan dialog terbuka bagi calon Kepala Desa tujuannya agar kami bisa mengetahui pokok – pokok pemikirannya,” tutur Hesti Fridayanti, inisiator acara sekaligus Koordinator Pelaksana Karangtaruna Karya 6.

Acara dialog terbuka akan dilaksanakan pada hari Kamis 2 Mei 2013 mulai pukul 13.00 – 17.00 wib bertempat di Balai Desa Karangnangka Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas. Dialog terbuka akan dihadiri oleh 4 calon Kepala Desa, Panitia Pemilihan Kepala Desa, Panwasdes, Pemerintahan Desa, Perwakilan RT dan RW, lembaga desa, tim sukses calon Kepala Desa dan masyarakat. Dari pihak luar desa, acara ini juga akan dihadiri oleh Jajaran Muspika Kecamatan Kedungbanteng, Ketua KPU dan Panwaslu Banyumas, Bagian Pemerintahan Pemda Banyumas serta akademisi dalam kapasitas sebagai peninjau. Untuk menjaga netralitas dalam penyelenggara acara, secara khusus kami akan menghadirkan panelist dan moderator terkemuka,” imbuhnya.

Pesan moral Pilkades bersih dan berwibawa yang disampaikan oleh Panwasdes

Selain mendapat dukungan dari Panitia Pilkades, rencana acara dialog terbuka juga mendapat apresiasi dari Panwasdes. Sesuai ketentuan, Panwasdes akan bertugas menjalankan fungsi pengawasan mulai dari pencalonan hingga pelaksanaan pemilihan termasuk acara dialog terbuka yang masuk tahapanan kampanye. “kami sangat mendukung hal – hal yang positif termasuk Pilkades bersih dan berwibawa dan kami akan tindak tegas pihak – pihak yang akan berupaya bertindak negatif,” tegas Irjan, Ketua Panwasdes.

Selain bisa disaksikan langsung oleh masyarakat Desa Karangnangka, dialog terbuka ini juga bisa disaksikan oleh warga yang sedang bekerja diluar negeri serta masyarakat luas melalui website desa di www.karangnangka.or.id. Karangtaruna Karya 6 bersama komunitas Open Source Blankon Banyumas dan Aliansi Jurnalis Independen Kota Purwokerto hingga sore ini masih melakukan persiapan termasuk diantaranya melakukan uji coba live streaming. (Sungging Septivianto)

(Dibaca total 60 kali, dibaca 1 kali hari ini)