Instalasi Air Bersih Yang Belum Di Fungsikan

KARANGNANGKA- Dapat kita pahami bahwa air merupakan salah satu unsur penting untuk kehidupan, termasuk kehidupan umat manusia dengan segala kegiatan-kegiatannya.

 

Dengan tidak tercukupinya kebutuhan air maka akan menimbulkan tersendat-sendatnya kegiatan dan terganggunya kesehatan manusia.

 

Dalam musim kemarau di mana daerah-daerah tertentu air menjadi sangat sulit didapatkan, sehingga dapat menimbulkan dampak berjangkitnya penyakit – penyakit saluran pencernaan, penyakit kulit dan saluran perbapasan.

 

Agar air dapat berfunsi dengan baik dan bermanfaat secara maksimal bagi kehidupan maka dapat kita lihat tujuan dari pemakaian air seperti untuk keperluan rumah tangga, untuk komersial, keperluan umum( tempat umum, menyiram tanaman dan untuk keperluan peternakan.

 

Tidak beda jauh dengan desa desa yang ada di Kabupaten Banyumas Desa Karangnangka merupakan daerah yang potensi sumber airnya melimpah tidak saja air sungai akan tetapi sumber mata air yang airnya bisa dipakai untuk keperluan rumah tangga seperti untuk masak, mandi, minum. Sehingga dalam tahun 2010 Desa karangnangka telah membangun jaringan air bersih yang disalurkan pada rumah-rumah warga dengan dikelola oleh Pengelola Air Bersih Tirta Sari Desa Karangnangka sebagai Pendapatan Asli Desa ( PAD). Sampai sekarang untuk pelanggan atau pemakai air bersih 200 pelanggan dengan tarif setiap M3 Rp. 300,- dan abondement Rp. 2.500,- setiap bulan.

 

Setelah berjalan dua tahun dalam pengelolaan jaringan air bersih Desa Karangnangka mendapat Dana Alokasi Khusus dari APBN tahun 2012 walaupun pelaksanaan pembangunannya di tahun 2013 sebesar Rp. 220.000.000,- untuk pengembangan jaringan air bersih terutama untuk wilayah yang belum terjangkau oleh jaringan dan memang susah mendapatkan air bersih, kalaupun Desa Karangnangka sebagai sumber air bersih akan tetapi itu didaerah utara sedangkan untuk daerah selatan sumber mata air susah kecuali masyarakat membuat sumur sebagai sumber air.

 

Dengan mendapatkan Dana Alokasi Khusus itu tentunya masyarakat atau pengelola tidak dapat melaksanakan pembangunan dengan swakelola karena sudah ada aturan yang menentukan bantuan DAK harus melalui rekanan atau lelang pada CV, sehingga pengelola menerima dalam bentuk jadi tanpa tahu kebutuhan yang diingginkan oleh masyarakat atau tepatnya masyarakat hanya sebagai obyek pembangunan tersebut. Seharusnya ketika pembangunan dilakukan oleh CV seharusnya ada papan proyek yang menjelaskan nama CV pelaksana serta penjelelasan pembangunan mulai kapan dan berapa bulan selesai serta besar anggaran yang dialokasikan, ini tidak ada sama sekali.

 

Inilah sebetulnya ketika pembangunan tidak merespon masukan masyarakat karena rekanan atau intansi terkait biasanya yang penting jadi, sehingga akhirnya ketika terjadi kendala masyarakat tidak bisa berbuat banyak.

 

Ketua Pengelola Air Bersih Desa Karangnangka Wasis Sugiarto (48) mengatakan,” sebetulnya sudah saya tanyakan ke Dinas Cipta Karya, tapi jawabnya katanya sudah jadi tetapi yang menjadikan binggung seharusnya ada serah terima jadi dalam saya melaksanakan pemeliharaan sudah bisa dimulai dan jelas,” katanya

 

Sedangkan seorang warga RT 02/04 Imam Prayogi (44) menyampaikan,” jaringan air bersih sudah selesai apa belum pembangunannya, kok sampai sekarang belum berfungsi padahal sudah berjalan hampir 3 bulan, sedang warga sudah banyak yang menunggu untuk memakai air bersih tersebut,” ujarnya

 

Kaitannya dengan pembangunan jaringan air bersih desa Karangnangka yang dananya dari Dana Alokasi Khusus (APBN) melalui dinas terkait Tingkat Kabupaten Banyumas sampai sekarang pengelola maupun Masyarakat masih binggung dikarenakan sampai saat ini belum ada serah terima baik dari pihak rekanan atau CV maupun dinas terkait sehingga jaringan yang sudah terpasang belum terpakai/berfungsi untuk mengalirkan air, sedangkan disisi lain masyarakat yang membutuhkan air bersih sudah sering menanyakan pada pihak pengelola kapan kiranya dapat memakai air tersebut.

 

Seharusnya pihak terkait tidak akan membiarkan hal ini terjadi ketika bisa secepatnya menyampaikan bahwa pembangunan jaringan air bersih sudah selesai dan sudah dapat dimanfaatkan sehingga masyarakat dan pengelola tidak dibinggungkan. Jangan sampai berkembang di masyarakat kalau pembangunan jaringan air bersih di desa Karangnangka hanya membuang anggaran di akhir tahun saja yang penting anggaran keluar tanpa ada kejelasan dari pihak terkait dengan telah selesainya pembangunan ini, harus hati-hati dengan masyarakat jangan sampai mengecewakan apalagi masyarakat sekarang sudah tidak bisa dibodohi lagi.

 

 

(Dibaca total 32 kali, dibaca 1 kali hari ini)