Pucuk Daun Teh Minuman Para Dewa

KARANGNANGKA- Dulunya, teh dilirik sebelah mata sebagai minuman orang desa yang kelas masyarakat jelata. Minuman murahan yang tidak bergengsi indentik dengan minuman yang dipesan oleh para orang desa yang memamasuki restoran serta menjadi bahan tertawaan bila memesan teh dan dibilang kampungan.

Bahkan bagi pedagang minuman atau makanan di tepi jalan merupakan minuman yang paling murah dan sepele., tetapi tidak lagi di jaman sekarang.

Dengan hadirnya minuman yang dikemas dalam botol mengangkat teh menjadi minuman berkelas, setaraf dengan coca cola, sprit dan fanta.

Menurut para ahli di laboratorium ilmiah entah teh yang hijau atau yang lainya teh itu memang memiliki khasiat sebagai obat. Ini sudah diketahui oleh orang-orang Cina sejak jaman kuno, sehingga masyarakat Cina menggangap teh sebagai minuman istimewa atau minuman dewa.

Konon teh mula-mula ditemukan secara tidak sengaja di cina sewaktu seorang petualang tengah memasak air di kuali terbuka di sebuah ladang, tiba-tiba ada selembar daun asing yang yang terbawa angin dan masuk ke kuali tersebut tanpa sepengetahuan orang tadi. Alangkah kagetnya orang itu sewaktu meminum air rebusan tadi yang telah berubah warna merah kehitaman dan rasanya sangat menyegarkan. Selidik punya selidik rasa aneh tersebut diperoleh dari daun asing yang masuk ke dalam kuali.

Sejak itulah orang Cina selalu memasukan daun aneh tersebut ke kuali perebusan air minumya. Daun inilah yang kemudian dikenal dengan Teh sampai sekarang. Sampai sekarangpun masyarakat Cina dan Jepang memiliki tradisi minum teh secara spesifik.

Dan tidak berlebihan jika teh disebutkan sebagai obat. Penelitian ilmiah menyebutkan teh itu mengandung kafein, tanin, flourin, mangaan, silikon, bahan aromatik, vitamin B1, B2, C. Teh tidak mengandung kolestrol dan lemak seperti yang terdapat pada kakao (cokelat) dan daya rangsang lebih kecil dibanding kopi.

Masyarakat Cina mengenal teh sejak 4000 tahun silam, banyak memanfaatkan teh juga untuk ramuan obat untuk melancarkan pencernaan, penyembuhan disentri, membersihkan lendir.

Ramuan teh dengan jahe yang direbus kental dipercaya menyembuhkan disentri.

Zat tanin yang ada pada teh dapat membasmi bakteri karena menyatu dengan protein dalam bakteri, yang menjadikan bakteri kehilangan kekuatanya. Tanin juga dapat membasmi basilstreptokokus dalam usus besar. Pengguna tanin dari teh secara berlebihan akan membantu menyembuhkan mencret, serta mengurangi erosi lendir usus dan membantu penyembuhan bisul usus.

Obat tradisional Cina juga mempercayai teh untuk mengurangi bahaya yang diakibatkan oleh nikotin, menyadarkan orang mabuk, melancarkan air seni. Menurut Prof. Lou Fuqing Direktur RS Zhejiang, sari daun teh sangat manjur dalam mencegah penyempitan pembuluh darah, membantu melancarkan aliran darah. Prof. Lou menemukan ini di tahun 1964 setelah melakukan penelitian selama 23 tahun. Dari percobaan yang dilakukan terhadap pasienya 80% berhasil.

Maka Prof.Lou menganjurkan agar minum teh di setiap harinya sebagai pelepas dahaga juga menyehatkan. Kandungan mangaan dalam teh dapat menetralisir kekacauan fungsi daya pembiak. Silikon dapat menambah sel darah putih dan membentuk daya tahan terhadap penyakit. Flourin dapat membantu mencegah kerusakan gigi dan ketidakcocokan susunan tulang yang biasa di alami lanjut usia.

Inilah minuman desa dan kampungan yang telah mendunia yang begitu murah dan berkasiat bagi kesehatan.

(Dibaca total 92 kali, dibaca 1 kali hari ini)